Kamis, 08 Agustus 2013


Dr. ABUBAKAR ISKANDAR
KENAPA DPR TERKESAN TIDAK ASPIRATIF
MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN RAKYAT ?
“ Kita mesti bicara jujur berkata bahwa, saat ini memang banyak masyarakat yang menilai tentang lemahnya para anggota DPR dalam memperjuangkan Aspirasi mereka , padahal para Anggota Dewan terhormat itu di pilih untuk menyuarakan dan memperjuangkan Aspirasi mereka secara  maksimal agar bisa  mencapai harapan yang diinginkan oleh Rakyat. Mengapa pikiran masyarakat seperti ini ? Coba kita telusuri masalahnya.“.  Hal ini di ungkapkan oleh Doktor Abubakar Iskandar, yang adalah ahli sosiologi masyakat, ketika di temui Wartawan Exodus Pos, Putri Maria, di kediamannya Jalan Oebalifo Sikumana Kupang, beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancaranya :

Banyak masyarakat menilai bahwa para anggota DPR sekarang ini terkesan kurang memperjuangkan kepentingan mereka di lembaga terhormat itu. Sebagai Doktor Sosiologi, bagaimana pendapat Anda tentang penilaian ini ?

Begini, para anggota DPR kita itu memiliki dua kepribadian yang sulit dipisahkan antara satu dan yang lainya. Pertama, pada saat anggota DPR itu berada dan mengikuti rapat di partai politiknya maka dia adalah anggota partai dan partainya  akan menjadi  Members Group sedangkan Lembaga DPR nya akan menjadi Reference Group.
Sebagai anggota di partai, sang DPR harus tunduk pada segala aturan dan keputusan partai dalam rangka membesarkan partai potiknya.
Dan yang kedua, ketika sang DPR itu berada di lembaga Dewan, maka dia akan menjadi Members Group dan partainya akan menjadi Reference Group. 
Nah,  ketika berada di kursi dewan itulah, dia juga harus bisa perjuangkan partai politik nya.
Inilah yang kadang-kadang seorang DPR itu tidak menjadi Aspiratif bagi masyarakat yang telah memilihnya. Dia terkesan tidak serius memperjuangkan kepentingan rakyat, dia juga harus bisa berjuang bagi kepentingan partainya yang sudah mendukung dan membesarkannya menjadi seorang anggota DPR terhormat. Inilah masalahnya.

Lalu bagaimana menurut anda jika kepentingan rakyat sudah tidak maksimal lagi diperjuangkan oleh DPR tersebut ?

Begini, semua itu tergantung dari orang tersebut, dia harus sadar bahwa ketika menjadi DPR, maka dia telah menjadi Publik Figur, dia adalah milik banyak orang, dia adalah milik umum dan harus juga berjuang bagi kepentingan umum, bagi kepenting masyarakat banyak. Sang DPR itu harus sadar kalu dia itu sudah nebjadi milik orang dan harus dimanfaatkan bagi banyak orang, inilah soal pemahaman diri akan keberdaan diri nya di dewan. Jadi yang paling penting disini adalah kesadaran sang DPR itu bahwa tujuannya menjadi DPR itu tentu harus lebih banyak bekerja untuk kepentingan masyarakat. Ada juga masalah lain yang menyebabkan sang dewan itu terkesan tidak aspiratif memperjuangan kepentingan rakyat.

Masalah lain yang dimaksudkan itu apa ?

Seseorang menjadi DPR itu berkat dukungan dari partai politiknya. Partai politik yang mendukungnya itu tentu mengeluarkan banyak dana dalam hal membesarkan partai, dana mengenai pembinaan dan pengkaderan anggota partai, dana untuk diklat bagi para anggota partai agar bisa menjadi matang dalam berpolitik bagi masyarakat. Jadi dalam hal rekruitmen anggota, pengkaderan hingga mendukung para anggota nya mencapai kursi DPR tentu membutuhkan biaya  yang besar. Bagi partai yang mapan ekonominya tentu tidak berpengaruh namun bagi partai yang kurang makmur kehidupan organisasinya, maka tentu setiap anggotanya yang menjadi DPR tentu akan berpikir bagaimana membesarkan partainya dulu baru kemudian berjuang untuk rakyat.
Kondisi inilah yang membuat mengapa terkesan para DPR kita itu tidak Aspiratif. Inilah persoalannya, inilah persoalan sekaligus dilemma bagi sang DPR itu . Jadi kita harus memahami kondisi yang terjadi itu.

Menurut anda, bagaimana solusi nya ?

Kalau menurut saya begini, jika bisa, setiap partai politik diberikan bantuan dana yang memadai dari pemerintah kita, sehingga partai-paratai itu bisa memiliki dana yang cukup dalam usaha mengembangkan dan membersarkan partainya.
Dengan dana yang cukup, setiap partai akan mampu melakukan upaya-uapaya pelatihan dan diklat bagi anggota-anggota nya dalam rangkah pembekalan diri menuju kematangan pribadi yang handal.
Dan dengan dana yang cukup pula maka partai-partai politik tersebut bisa melakukan usaha-uasaha demi kemakmuran Partainya, sehingga anggota-anggota DPR yang duduk di lembaga terhormat itu, tidak terbebani lagi berpikir bagaimana caranya membesarkan partainya, para anggota DPR kita pasti akan lebih fokus bekerja untuk kepentingan rakyat banyak, mereka pasti akan sangat aspiratif untuk memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.

Ada banyak kritikan dari masyarakat bahwa, para caleg sekarang ini datang dari berbagai sisi kehidupan, ada sebagaian caleg yang dulunya preman, tukang duduk di deker tapi tiba-tiba saja sudah menjadi caleg, banyak orang lantas menjadi pesimis terhadap kemampuan mereka, bagaimana pendapat anda ?

Dari manapun asal caleg itu datang, itu bukan menjadi soal, yang penting dia memiliki visi dan misi yang bagus, dia memiliki kecerdasan yang bisa di manfaatkan untuk memperjuangkan rakyat kecil, kalau dia miliki ini, maka tidak perlu dipersoalkan.
Dan untuk  bisa mendapati Caleg yang berkualitas , parpol harus memasang criteria dan aturan-aturan tentang bagaimana seseorang bisa diterima menjadi caleg. Dengan aturan yang ketat itu tentunya seseorang yang lolos menjadi caleg adalah benar-benar mereka yang mempunyai kemampuan lebih, cerdas, dan matang dalam kepribadian, yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak.

Apakah anda yakin bahwa criteria yang telah ditetapkan parpol tidak bisa dilanggar sendiri oleh pengurus parpol karena faktor kedekatan ataupun factor-faktor lain ?

Tentu kita  mengharapkan caleg yang baik dan berkualitas, maka dalam pemilihan caleg, hindari terjadi nya Kolusi, sebab kalau demikian maka kita tidak pernah akan mendapati caleg yang berkualitas dan handal yang bisa diharapkan.

Baiklah perbincangan kita, o yach, menurut data yang kami dapati bahwa anda telah menulis beberapa buku di bidang kesehatan dan kemiskinan dan telah beredar ditengah masyarakat, apa benar ?

Memang benar, saya telah menulis dua buku, yang satunya berjudul Sosiologi Kesehatan, dan yang satu lagi berjudul Bench Markhing Kemiskinan. Kedua buku ini di terbitkan oleh ITB PRESS PLUSS pada tahun 2012 lalu. Kedua buku ini di cetak 2000 buah, dan telah di pasarkan oleh GRAMEDIA. Pada cetakan pertama ini  semuanya telah habis terjual,  dan kini akan dilakukan cetakan yang kedua.

Tentang pemilihan legislative tahun 2014 nanti, apa pesan anda terhadap seluruh masyarakat kita di NTT maupun di seluruh Indonesia ?

Pesan saya sederhada saja, pililah para caleg yang berkulitas dan cerdas sehingga ketika dia duduk menjadi DPR, dia pasti akan memperjuangkan kepentingan rakyat banyak. ( ExPos.04).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar