Dr. ABUBAKAR ISKANDAR
KENAPA DPR
TERKESAN TIDAK ASPIRATIF
MEMPERJUANGKAN
KEPENTINGAN RAKYAT ?
Banyak masyarakat menilai bahwa para
anggota DPR sekarang ini terkesan kurang memperjuangkan kepentingan mereka di
lembaga terhormat itu. Sebagai Doktor Sosiologi, bagaimana pendapat Anda
tentang penilaian ini ?
Begini,
para anggota DPR kita itu memiliki dua kepribadian yang sulit dipisahkan antara
satu dan yang lainya. Pertama, pada saat anggota DPR itu berada dan mengikuti
rapat di partai politiknya maka dia adalah anggota partai dan partainya akan menjadi
Members Group sedangkan Lembaga DPR nya akan menjadi Reference Group.
Sebagai
anggota di partai, sang DPR harus tunduk pada segala aturan dan keputusan
partai dalam rangka membesarkan partai potiknya.
Dan
yang kedua, ketika sang DPR itu berada di lembaga Dewan, maka dia akan menjadi
Members Group dan partainya akan menjadi Reference Group.
Nah,
ketika berada di kursi dewan itulah, dia
juga harus bisa perjuangkan partai politik nya.
Inilah
yang kadang-kadang seorang DPR itu tidak menjadi Aspiratif bagi masyarakat yang
telah memilihnya. Dia terkesan tidak serius memperjuangkan kepentingan rakyat,
dia juga harus bisa berjuang bagi kepentingan partainya yang sudah mendukung
dan membesarkannya menjadi seorang anggota DPR terhormat. Inilah masalahnya.
Lalu
bagaimana menurut anda jika kepentingan rakyat sudah tidak maksimal lagi
diperjuangkan oleh DPR tersebut ?
Begini,
semua itu tergantung dari orang tersebut, dia harus sadar bahwa ketika menjadi
DPR, maka dia telah menjadi Publik Figur, dia adalah milik banyak orang, dia
adalah milik umum dan harus juga berjuang bagi kepentingan umum, bagi kepenting
masyarakat banyak. Sang DPR itu harus sadar kalu dia itu sudah nebjadi milik
orang dan harus dimanfaatkan bagi banyak orang, inilah soal pemahaman diri akan
keberdaan diri nya di dewan. Jadi yang paling penting disini adalah kesadaran
sang DPR itu bahwa tujuannya menjadi DPR itu tentu harus lebih banyak bekerja
untuk kepentingan masyarakat. Ada juga masalah lain yang menyebabkan sang dewan
itu terkesan tidak aspiratif memperjuangan kepentingan rakyat.
Masalah lain yang dimaksudkan itu apa ?
Seseorang
menjadi DPR itu berkat dukungan dari partai politiknya. Partai politik yang
mendukungnya itu tentu mengeluarkan banyak dana dalam hal membesarkan partai,
dana mengenai pembinaan dan pengkaderan anggota partai, dana untuk diklat bagi
para anggota partai agar bisa menjadi matang dalam berpolitik bagi masyarakat.
Jadi dalam hal rekruitmen anggota, pengkaderan hingga mendukung para anggota
nya mencapai kursi DPR tentu membutuhkan biaya
yang besar. Bagi partai yang mapan ekonominya tentu tidak berpengaruh
namun bagi partai yang kurang makmur kehidupan organisasinya, maka tentu setiap
anggotanya yang menjadi DPR tentu akan berpikir bagaimana membesarkan partainya
dulu baru kemudian berjuang untuk rakyat.
Kondisi
inilah yang membuat mengapa terkesan para DPR kita itu tidak Aspiratif. Inilah
persoalannya, inilah persoalan sekaligus dilemma bagi sang DPR itu . Jadi kita
harus memahami kondisi yang terjadi itu.
Menurut anda, bagaimana solusi nya ?
Kalau
menurut saya begini, jika bisa, setiap partai politik diberikan bantuan dana
yang memadai dari pemerintah kita, sehingga partai-paratai itu bisa memiliki
dana yang cukup dalam usaha mengembangkan dan membersarkan partainya.
Dengan
dana yang cukup, setiap partai akan mampu melakukan upaya-uapaya pelatihan dan
diklat bagi anggota-anggota nya dalam rangkah pembekalan diri menuju kematangan
pribadi yang handal.
Dan
dengan dana yang cukup pula maka partai-partai politik tersebut bisa melakukan
usaha-uasaha demi kemakmuran Partainya, sehingga anggota-anggota DPR yang duduk
di lembaga terhormat itu, tidak terbebani lagi berpikir bagaimana caranya membesarkan
partainya, para anggota DPR kita pasti akan lebih fokus bekerja untuk
kepentingan rakyat banyak, mereka pasti akan sangat aspiratif untuk memperjuangkan
kepentingan rakyat kecil.
Ada banyak kritikan dari masyarakat
bahwa, para caleg sekarang ini datang dari berbagai sisi kehidupan, ada
sebagaian caleg yang dulunya preman, tukang duduk di deker tapi tiba-tiba saja
sudah menjadi caleg, banyak orang lantas menjadi pesimis terhadap kemampuan
mereka, bagaimana pendapat anda ?
Dari
manapun asal caleg itu datang, itu bukan menjadi soal, yang penting dia
memiliki visi dan misi yang bagus, dia memiliki kecerdasan yang bisa di
manfaatkan untuk memperjuangkan rakyat kecil, kalau dia miliki ini, maka tidak
perlu dipersoalkan.
Dan
untuk bisa mendapati Caleg yang
berkualitas , parpol harus memasang criteria dan aturan-aturan tentang
bagaimana seseorang bisa diterima menjadi caleg. Dengan aturan yang ketat itu
tentunya seseorang yang lolos menjadi caleg adalah benar-benar mereka yang
mempunyai kemampuan lebih, cerdas, dan matang dalam kepribadian, yang dapat
dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak.
Apakah
anda yakin bahwa criteria yang telah ditetapkan parpol tidak bisa dilanggar
sendiri oleh pengurus parpol karena faktor kedekatan ataupun factor-faktor lain
?
Tentu
kita mengharapkan caleg yang baik dan
berkualitas, maka dalam pemilihan caleg, hindari terjadi nya Kolusi, sebab
kalau demikian maka kita tidak pernah akan mendapati caleg yang berkualitas dan
handal yang bisa diharapkan.
Baiklah
perbincangan kita, o yach, menurut data yang kami dapati bahwa anda telah
menulis beberapa buku di bidang kesehatan dan kemiskinan dan telah beredar
ditengah masyarakat, apa benar ?
Memang
benar, saya telah menulis dua buku, yang satunya berjudul Sosiologi Kesehatan, dan yang satu lagi berjudul Bench Markhing Kemiskinan. Kedua buku
ini di terbitkan oleh ITB PRESS PLUSS pada tahun 2012 lalu. Kedua buku ini di
cetak 2000 buah, dan telah di pasarkan oleh GRAMEDIA. Pada cetakan pertama
ini semuanya telah habis terjual, dan kini akan dilakukan cetakan yang kedua.
Tentang
pemilihan legislative tahun 2014 nanti, apa pesan anda terhadap seluruh masyarakat
kita di NTT maupun di seluruh Indonesia ?
Pesan
saya sederhada saja, pililah para caleg yang berkulitas dan cerdas sehingga
ketika dia duduk menjadi DPR, dia pasti akan memperjuangkan kepentingan rakyat
banyak. ( ExPos.04).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar