SOAL RAKYAT MEMILIH
CALEG PADA PILEG 2014
JANGAN PILIH CALEG KARENA UANG ATAU BARANG !
Dan
atas nama keprihatinan itulah sang caleg memberikan bantuan-bantuan berupa
uang, sembako, beasiswa, bahkan ada juga yang memberikan bantuan berupa barang
bangunan.
Ada
caleg yang memberikan data-data agar masyarakat mengisinya guna akan mendapat
bantuan beasiswa, padahal urusan beasiswa adalah urusan pemerintah lewat dinas
PPO pluss Kementerian Pendidikan Nasional.
Anehpun
terbetik dihati masyarakat bahwa kalau sang caleg sudah bisa berikan beasiswa
kenapa harus susah-susah mengikuti seleksi dan aturan dari pihak sekolah ?. Hal
ini tentu akan menyulitkan pihak sekolah untuk menentukan siswanya yang
benar-benar berhak dapat beasiswa sesuai Kriteria yang benar berdasarkan aturan
pemerintah.
Ketika
sang caleg memberikan bantuan, ia mengatakan bantuan ini adalah sumbangan dari
hati nuraninya karena memiliki kelebihan dalam usaha dan pekerjaannya. Sang
caleg yang dulunya mungkin sangat kikir tiba-tiba mendadak jadi dermawan.
Rakyat yang tidak cerdas berpikir mulai terkecok dengan jurus-jurus sang caleg
lalu langsung jatuhkan vonis bahwa sang caleg adalah orang yang baik karena
sebelun jadi DPR saja telah berbuat baik, maka apabila jadi DPR maka tentunya
dia akan berbuat lebih baik lagi.
Jika
rakyat menerima bantuan itu maka dengan sendirinya ia telah menggadaikan harga
dirinya dengan uang atau barang. Martabatnya sebagai rakyat yang berdaulat
terkoyak-moyak oleh materi yang
diberikan oleh sang caleg atas nama kerihatinan tersebut, lalu pada saat pemilu
nanti ia memilih sang caleg itu.
Setelah pemilu tersebut maka hubungan antara
keduanyapun putus karena telah dibayar derngan uang. Uang atau barang yang
tidak seberapa telah membuat sang caleg memperoleh jabatan Politik sebagai
wakil rakyat alias DPR. Hubungannya dengan rakyat tersebut terputus selama 5
tahun masa jabatan politiknya sebab tak mungkin dia akan serius perjuangkan
kepentingan rakyat karena suara rakyat telah dibayar lunas dengan uang yang sedikit
itu.
Setelah
jadi DPR, sang caleg dulu mulai obrak-abrik sana-sini memakai jurus pamungkasnya
yakni tekan sana-tekan sini agar memperoleh uang banyak menutupi utang-utangnya
saat memainkan jurus keprihatinan dulu yang dibuat pada masyarakat.
Sang Caleg yang sudah jadi DPR mulai duduk manis dalam mobil mewah dengan
kaca gelap tertutup sambil melewati
rumah warga yang telah memilihnya dulu. Sang DPR itu tidak merasa utang budi
pada rakyatnya dan tidak merasa malu
duduk dalam mobil sambil melihat warganya yang sedang memikul sampah bekas
disampingnya.
Kenapa
ini terjadi ?, karena rakyat telah menjual suaranya dengan murah, kontrak politik
antara rakyat dan dirinya pun berhenti setelah habis pencoblosan.
Sang DPR tidak merasa malu duduk diatas mobil mewah harga ratusan juta,
sementara rakyatnya masih hidup didalam gubuk yang hampir roboh. Untuk membuat
rumah seharga 5 juta saja rakyatnya tidak mampu tetapi sang DPR mampu membeli
mobil mewah seharga ratusan juta rupih. Ini artinya jabatan politik dibayar
mahal tetapi martabat rakyat dibeli murah.
Jika
masyarakat ingin martabatnya dihormati
maka pada Pemilu 2014 nanti janganlah memilih caleg karena uang atau
barang sebab nanti hubungan rakyat dengan sang DPR akan terputus selama 5
tahun. Artinya kita akan susah terus selama 5 tahun sementara dalam 5 tahun itu
sang DPR yang kita pilih hanya menonton derita kita.
Selamat menyongsong pemilu 2014. Pilih caleg
jangan karena uang atau barang sebab hal itu akan merendahkan martabat kita
sebagai rakyat yang memiliki kedaulatan.
REDAKSI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar