Kamis, 22 Agustus 2013

Dr.Hengky Kaluge M.Pd.PEREMPUAN JANGAN JADI FIGURAN POLITIK


Dr.Hengky Kaluge M.Pd.

PEREMPUAN JANGAN JADI FIGURAN POLITIK

Dr.Hengki foto      “ Jangan seperti ‘ jari tangan  menyilahkan  tetapi hati menolak,’ yang artinya , mempersilahkan kaum perempuan masuk menjadi caleg tetapi hati kita tidak tega kalau mereka lolos menjadi DPR. Lalu kita pun melakukan segala cara-cara kotor agar sang caleg perempuan itu tidak diminati oleh masyarakat. Cara - cara seperti ini akan membuktikan bahwa kita semakin tidak bijaksana memahami masalah politik ”, Hal ini diucapkan oleh Doktor Hengky Kaluge,M.Pd. Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandiri Kupang, ketika ditemui Wartawan di ruang kerjanya di lantai dua FKIP Unwira Kupang, beberapa waktu lalu.

     Katanya, kekerasan rumah tangga terhadap perempuan, pelecehan seks yang di alami kaum perempuan, penjualan perempuan  menjadi tenaga kerja perempuan di luar negeri, memberikan peluang bagi perempuan hanya menjadi nomor dua dalam pengambilan keputusan keluarga, tidak memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berkarir dalam pemerintahan dan politik, semua perlakuan ini merupakan hal yang meremehkan martabat perempuan.

    Menurutnya, untuk bisa mengeluarkan kaum perempuan dari persoalan diatas maka kaum perempuan sendiri harus berani berjuang dengan segala kemampuan yang ada berdasarkan kualitas yang dimilikinya, tampil dengan kuat dan tegar untuk  bisa memiliki jabatan dalam kedudukan di politik maupun dipemerintahan supaya perempuan juga memiliki kans dalam pengambilan keputusan – keputusan penting demi menyelamatkan nasib kaum perempuan sesuai dengan perfektif Gender dan berjuang membangaun seluruh masyarakat kita. Tanpa perjuangan yang kuat, tegar dan sungguh-sungguh maka harapan agar kaum perempuan bisa memperoleh persamaan hak dan perlakukan yang sama dengan kaum laki-laki hanyalah akan menjadi mimpi disiang bolong.

MENDUDUKI TEMPAT STRATEGIS UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
    Rendahnya keterwakilan perempuan dalam dunia politik, secara kongrit partai politik belum memiliki platform yang jelas untuk membela kepentingan kaum perempuan, menyebabkan  kaum perempuan tidak bisa memiliki ruang yang tepat dan strategis untuk berjuang membela kepentingan mereka, maka perfektif Gender yang kita dambahkan akan sulit terwujud dengan benar.

    Doktor yang sudah makan garam didunia politik dan pendidikan ini menambahkan, memberikan tempat yang luas bagi perempuan dalam dunia politik dapat  memberikan harapan yang baru dalam politik yang arogan, korup dan patriarkis. Keberadaan kaum perempuan dalam lembaga politik akan memberikan nuansa yang segar dan sejuk sekaligus menjadi penye-imbang kekuatan politik dalam lembaga politik.

“ Saya yakin, dengan majunya kaum perempuan  ke ruang publik lalu kemudian menduduki tempat strategis dalam pengambilan keputusan, merupakan  satu-satunya cara yang tepat agar mereka terwakili untuk bisa membela kepentingannya sekaligus dapat membawa masyarakat kita pada perubahan sistem yang bersih dari korupsi dan hidup yang berkedilan,” tandas Hengky.

ANGGAPAN LEMAH TAK BERDAYA ITU ADALAH CARA PANDANG USANG
    Dia mengatakan, kaum perempuan harus bisa meninggalkan cara pandang usang  yang mengatakan bahwa perempuan itu adalah makhluk lemah dan tak berdaya, perempuan harus melawan cara pikir jaman dulu itu, sebab cara pandang seperti ini akan melemahkan perjuangannya untuk mencapai titik karir yang di idam-idamkan.

    Cara pikir seperti ini akan membuat perempuan terkulai tak berdaya untuk mengekspresikan kemampuannya. Kita harus angkat jempol bahwa tidak sedikit kaum perempuan yang sudah berhasil menjadi pemimpin tertinggi di Negara Kita maupun di belahan Negara lain di bumi ini. Namun hal amat penting yang harus dimiliki oleh kaum perempuan adalah kapabilitas dan kapasitas yang handal sehingga anggapan tentang perempun lemah tak berdaya akan sendirinya terbunuh lenyap oleh kamatangan diri dimiliki oleh kaum perempuan.

QUOTA 30 PERSEN JANGAN HANYA MELENGKAPI ATURAN SAJA,
JANGAN JARI MENYILAHKAN TAPI HATI MENOLAK
    Hengky mengkritisi, kaum perempuan jangan hanya dijadikan figuran dalam bursa politik, konsep quota 30 persen dalam bursa calek untuk pemilu 2014 jangan hanya menjadi alasan partai politik untuk melengkapi aturan - aturan yang berlaku saja, tetapi quota yang ditetapkan tersebut harus benar-benar menjadi kesungguhan partai politik untuk memperjuangkan caleg-caleg kaum perempuan yang di usung , agar bisa tembus ke kursi lembaga DPR, dan jika nanti kaum perempuan banyak yang lolos atau 30 persen bisa lolos menjadi DPR, maka ini merupakan keberhasilan partai politik dalam memberikan kesempatan yang luas bagi kaum perempuan untuk berkiprah dalam politik.

    “ Jangan seperti ‘ jari tangan  menyilahkan  tetapi hati menolak,’ yang artinya , mempersilahkan kaum perempuan masuk menjadi caleg tetapi hati kita tidak tega kalau mereka lolos menjadi DPR. Maka kita pun melakukan segala cara-cara kotor agar sang caleg perempuan itu tidak diminati oleh masyarakat. Maka cara seperti ini akan membuktikan bahwa, kita semakin tidak bijaksana memahami masalah politik secara benar ”, ucap Doktor Hengky dengan kalam.

     Doktor Hengky mengatakan lagi, kaum perempuan jangan hanya dijadikan pelengkap aturan untuk kepentingan kaum laki-laki saja, kaum perempuan jangan hanya dijadikan alat oleh partai dengan alasan pembaharuan, kaum perempuan jangan hanya dijadikan alat politik dan akhirnya menjadi kaum yang terbungkam dan bisu. Kaum perempuan harus benar-benar memiliki pengalaman yang luas dan didukung oleh pengetahuan formal yang cukup serta kematangan emosional yang hebat, kaum perempuan harus memiliki akses yang luas tentang kancah politik  sehingga mereka mampu membawa hal yang baru dalam dunia politik, dan apabila kaum perempuan tidak memiliki hal-hal kepribadian di atas alias minim nya  pengalaman dan pengetahun maka sudah tentu mereka hanya akan menjadi Figuran dalam kancah politik kita.

     Hengky meyakini bahwa jika kaum perempuan berada bersama kaum laki-laki dalam kursi parlemen lalu berpikir dan berbuat bagi masyarakat, maka dia yakin segala masalah – masalah kompleks masyarakat bisa diselesaikan secara baik. Jika hanya laki-laki saja yang menjadi DPR maka sering terjadi gontok-gontokan karena saling mempertahankan argument, hal ini sudah sering terjad dalam lembaga parlemen kita, dan apabila kebanyakan perempuan kita menjadi DPR, maka diyakini bahwa hal gontok-gontokan yang sering terjadi antar kaum laki-laki diparlemen, dengan sendirinya akan menghilang sebab mereka tentu akan merasa malu jika ditonton oleh kaum perempuan yang ada.

ISU DAN GOSIP DIJADIKAN MOTIVASI MEMENANGKAN PERJUANGAN
    Hengky yang juga adalah Doktor Matematika di UNWIRA Kupang ini mangatakan lagi, masyarakat jangan takut memilih perempuan dalam bursa caleg 2014 nanti, masyarakat jangan ragu menjatuhkan pilihan pada mereka, masyarakat  jangan terpengaruh oleh isu-isu dan gossip-gosip yang beredar dalam masyarakat yang sifatnya hanya ingin menjatuhkan martabat serta meremehkan kaum perempuan.

    Kepada kaum perempuan, dia mengingatkan, isu dan gossip adalah suatu ujian untuk mempertajam kematangan emosional kita, isu dan gossip sebagai bentuk kepedulian masyarakat kepada kaum perempuan sekaligus mengukur sejauh mana kemampuan kaum perempuan dalam mengelolah kepribadian agar bisa mencapai puncak yang diinginkan.

     “ Jadikanlah isu dan gosip itu sebagai motivasi bagi kita untuk berusaha sungguh-sungguh mencapai impian, menanggapi isu-isu dan gosip yang tidak bermanfaat untuk memenangkan perjuangan politik adalah membuang sebagian kekuatan perjuangan kita, maka kita akan semakin terhalang menggapai sukses ”  tandas Hengky.

    Hengky memberikan pandangan politiknya bahwa, seorang pemimpin harus bisa memberikan kesempatan bagi orang lain untuk mengkritis keputusannya, seorang pemimpin harus bisa membiarkan pendapatnya dipersoalkan oleh orang lain, jika kaum perempuan mampu menerima hal seperti ini, maka dia akan menjadi pemimpin yang langgeng dan menjadi besar di kemudian hari.

    “ Masyarakat kaum perempuan kita  dewasa ini sedang merindukan keterwakilan mereka di lembaga parlemen, oleh karena itu kaum perempuan yang saat ini sedang menjadi caleg, harus selalu berjuang, berjuang, berjuang terus sesuai kemampuan yang ada, rebutlah hati masyarakat dengan sebaik-baiknya, asahlah kematangan diri kita sehingga ketika duduk dilembaga DPR, jangan lah kita hanya menjadi figuran dalam lembaga itu,” ucap Hengky mengakhiri perbincangannya. ( EXPOS 01 ).








 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar