Exoduspos Online.
Kupang,Jumat
09/08/201
Malang tak dapat ditolak, untug tak bisa
diraih, asmara cinta membakar sanubari, seribu janji yakinkan hati, kenyataan
akhir pahit empedu. Cinta lewat Facebook telah melukai hati sang lelaki tampan yang
kini menganga dipanggang matahari siang bolong yang mengganas di bumi kota
karang.
Begitulah nasib yang dialami Nertho
( 30 ) Tahun, Pemuda Kulit putih berwajah tampan, yang beralamat tinggal di bilangan
Kelurahan Kuanino Kota Kupang.
Kepada Exoduspos Nertho mengatakan, mulanya dia mengenal sang wanita cantik yang mengaku bernama Bunga
( 35), ( bukan nama asli) asal
pulau seberang lewat Face Book. Wajah
sang wanita yang terpampang lewat Face book itu sangat cantik menggoda bak artis
terkenal seantero jagad raya.Nertho tergila-gila pada sang cantik itu dan mulai
berhubungan setiap malam lewat Face book maupun Hendphone.
Ketika bicara lewat HP, sang scantik dari pulau seberang langsung
menyapa Nertho dengan sebutan papa sayang. Sebutan itu membuat hati Nertho jatuh
merangkak-rangkak seketika dan jiwa nya pun merasa merana apabila sehari tidak
berkomunikasi dengan sang Bunga seberang lautan
.
Tegur
sapah lembut menggoda lewat HP telah menusuk sanubari paling dalam Nertho sehingga
Nertho pun menyatakan cinta sejati pada
sang Bunga. Dengan suara yang manis-manis manja sang bunga pun menerima Cinta Nertho.
Hubungan keduanya pun intim seketika walaupun lewat HP dan Facebook. Tidak
kenal pagi,siang,soreh,malam maupun subuh, Nertho selalu mampir ke Warnet
kesukaan agar bisa berkomunikasi jarak jauh dengan bunga.
Sejak pernyataan cinta bersama itu keduanya sudah saling curhat-curhatan
bagaikan suami isteri, rindu bertemu dinyatakan dengan cara mengecup HP
masing-masing sebagai bukti cumbu rayu. Saling percaya timbul maka Nertho
diminta sang kekasih selalu mengirimkan uang pulsa ratusan ribu pada setiap
minggu, Nertho menyanggupi walaupun
harus pinjam sana-sini atau mint asana-sini yang penting menyenangkan hati sang
kekasih seorang. Perjanjian nikah pun terjadi. Permintaan Bunga harus dimuali
dengan pinangan pada orangtuanya di sebeerang sana. Nertho menyanggupi dan
mulai mengumpulkan keluarga untuk acara pinangan di seberang lautan yang jauh
itu.
Mulanya orangtua dan sanak saudara Nertho meragukan tapi Nertho meyakinkan
bahwa sang Bunga adalah wanita baik-baik dan juga benar-benar adalah jodohnya
yang telah digariskan oleh Maha Kuasa. Foto sang kekasih yang diambil dari Face
book ditunjukan pada semua keluarga dan orangtua. Keluarga dan orangtua hanya
angguk-angguk melihat wajah bunga yang demikian cantik itu. Akhirnya keluarga
dan orangtua menerima keinginan Nertho untuk melakukan pinangan ke tanah kelahiran
bunga.
Bagai mendapat sekarung emas, Nertho melompat
kegirangan saat pertemuan keluarga menyangkut persiapan dan waktu keberangkatan
ke tempat sang Bunga.Nertho memuji-muji orangtuanya yang merestui rencana
keberangkatan perjalanan menuju tempat tinggal bunga di propinsi ujung Timur
Indonesia itu.
Dengan menumpang pesawat lalu transit di Surabaya, akhirnya rombongan Nertho
dan keluarganya tiba di kota cinta kota tempat tinggal sang Bunga. Ketika tiba
dibandara, Bunga dan keluarganya langsung menjemput Nertho dan keluarga. Nertho
terkejut sebab wajah yang dia lihat di Face book berbeda dengan Bunga yang kini
berdiri dihadapannya yang berumur lebih tuah dari nya. Memang wajah bunga tidak
terlalu jelek tetapi berbeda dengan wajah yang terpampang dalam Face book, yang
di Face Book tampang bunga agak muda tapi yang dia lihat adalah bunga yang agak tua darinya.
Melihat
Nertho herang dan menganga, Bunga pun langsung memeluk pinggang Nertho, kedua
keluarga juga langsung saling berjabat tangan. Nertho malu-malu saat dipeluk
Bunga kemudian bungapun langsung menarik tangan Nertho masuk kedalam Mobil
Avansa hitam yang telah menunggu keduanya.
Tak
lama kemudian mobil itu pun pergi bersama Nertho dan Bunga kemudian disusul
dengan 2 mobil Avansa putih yang membawa rombongaon kedua keluarga mereka. Tak
lama kemudian merekapun tiba dirumah tinggal Bunga yang terletak di Komplek
perumahan murah di kota itu.
Mulanya hati Nertho mulai mentah untuk melanjutkan acara pinangan namun
karena Bunga selalu memeluk mencium keningnya membuat Nertho jatuh juga dalam
panah asmara cinta yang dilakukan oleh Bunga. Dengan sapaan-sapaan manja dan
lembut, Bunga minta kepada Nertho agar secepatnya melakukan acara pinangan. Bagai dihipnotis, Nertho dan keluarganya pun
melakukan apa yang dimintai Bunga.
Acara pinangan pun dilakukan di tempat wisata terkenal kota itu,
undangan yang mewah, ratusan tamu diundang, persediaan makanan-makanan ala
ketimuran yang enak disiapkan oleh restoran terkenal. Fotographer dan Video
Shooting terkenal kota itu mengabadikan acara tersebut sejak pagi hingga malam
harinya. Acara Adat istiadat juga dilakukan dengan memberikan penghormatan air
susu ibu berupa sejumlah uang tunai puluhan juta rupiah. Keluarga Nertho membereskan
segala pengeluaran menyangkut pinangan dan pesta malam yang biaya semuanya berkisar
seratus juta rupiah lebih.
Memang mulanya Nertho sedikit dingin untuk meminang Bunga sebab wajahnya
berbeda jauh dengan foto di face book namun karena bunga memiliki sikap yang
lembut dan manja serta pandai merayu-rayu, telah membuat hati Nertho akhirnya mau memilih Bunga menjadi Isterinya.
Pesta malam itu pun amat meriah dan bubar pada pukul 04.00.dini hari. Sepanjang
acara Nertho selalu senyum bangga sebab
sang kekasih berjanji cinta sampai mati dan mau ikut bersama Nertho ke Kupang
setelah habis pinangan.
Sehari setelah acara pesta, orangtua Nertho pamit pulang dahulu
sementara Nertho tinggal bersama Bunga beberapa hari untruk bersama akan ke
Kota Kupang mengunjungi keluarga besar Nertho.
Perjanjian saat pinangan bahwa nanti setelah di kupang maka orangtua Nertho
akan mengantar kembali Bunga lalu keduanya akan melangsungkan perkawinan di
Kota nya bunga. Nertho pun tinggal beberapa hari dirumah Bunga.
Baru tiga hari berganti suasana
cumbu rayu berubah menjadi caci maki, marah sana-marah sini. Sang bunga malam
harinya selalu keluar rumah dan pulang pagi hari. Nertho hanya duduk menjaga
kamar kosong bunga. Kalau Nertho bertanya kenapa pulang pagi, bunga mengatakan
itu haknya. Kalau Nertho mengatalkan kalau bunga adalah isterinya, bunga
mengatakan bahwa menjadi isteri harus lewat nikah bukan hanya lewat pinangan
dan jika mau nikah Nertho harus menyiapkan biaya untuk bayar belis puluhan juta
baru kemudian bunga mau menjadi isterinya.
Sikap-sikap yang dilakukan Bunga membuat Nertho mulai kecewa dan
membayangkan kalau dia sudah salah memilih isteri lewat dunia maya. Nertho pun
amat kesal lalu pergi meninggalkan rumah Bunga, saat pergi dari rumah itu bunga
hanya melihat dengan wajah tak perduli. Nertho pun pergi dengan tidak memegang
uang apa-apa lagi ditangan nya, ia tidak tahu harus kemana sebab baru pertama
kali datang ke kota itu.
Karena tidak mengetahui seluk-beluk kota itu, akhirnya Nertho pulang
kembali kerumah bunga. Setiba di rumah bunga, Nertho dimarahi dan disuruh mengepel lantai,
membersihkan rumah kalau ingin mendapat makanan. Karena Lapar akhirnya Nertho
bekerja apa yang disuruh. Pada keesokan harinya, Nertho meminta bantuan
tetangga mebelikan pulsa untuk dirinya sebab tidak puanya uang lagi. Newrtho ingin mengontak minta bantuan pada
saudara-saudaranya di Kupang. Nertho pun berhasil mengontak saudara-saudara di
Kupang. Nertho di kirimi uang lewat ATM
lalu digunakan untuk membeli tiket pulang Kupang. Nertho pun tiba di Kupang
tanpa membawa apa-apa alias hanya dengan pakaian dibadan dan hanya bersandal
jepit.
Lewat ini Nertho berpesan kepada seluruh rekan-rekannya yang sering
bercinta lewat Face Book agar hati-hati memilih kekasih.; Jangan percaya
tampilan foto saja dan lebih baik langsung bertemu agar tahu persis wajah dan
sifat sang kekasih yang dikenal lewat face book itu. Karena menurut Nertho, dirinya
telah menjadi korban karena tidak cermat memilih pasangan yang dikenal hanya
lewat Face Book, yang poada akhirnya dia bersama keluarga harus kehilangan uang
sia-sia sebanyak ratusan juta rupiah. Semoga pengalaman Nertho tidak terjadi
lagi pada kita semua. ( ExOn.02 ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar