Minggu, 15 September 2013

SAMUEL TAKLALE, DARI BURUH HINGGA JADI ANGGOTA DPR



SAMUEL TAKLALE
DARI BURUH HINGGA JADI ANGGOTA DPR

sam foto 1    “ Pepatah orangtua dulu bahwa apapun yang kita lakukan, apapun yang kita rencanakan, dan apapun yang kita dambahkan, jika garis tangan kita mujur dan diberkati Tuhan, maka semuanya akan bisa dicapai sesuai harapan. Kunci utama dari semuanya adalah kerendahan hati, tidak sombong, respon terhadap masalah sesama, menyerahkan semua rencana pada kehendak Tuhan, maka segala pekerjaan dan usaha kita selalu diberkatiNYA”.  Inilah ungkapan hati Samuel Taklale, yang adalah anggotaDPRD Kota Kupang dan juga salah satu Caleg DPRD Kota Kupang dari Dapil Kecamatan Alak yang diusung oleh Partai Demokrat, ketika berbincang-bincang dengan Exodus Pos, di kediamannya,  beberapa waktu lalu.

    Kepada media ini dia menceriterakan, sejak dulu dia tidak pernah bermimpi bisa menjadi seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Kupang, namun karena berkat Tuhan maka masyarakat telah memilihnya menjadi anggota DPR. Dirinya amat bersyukur sebab lewat lembaga DPR dia dipercaya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat kota kupang.

    Samuel melanjutkan bicara, dulu waktu menjadi caleg, dia disung oleh Pakarpangan dan dipilih rakyat menjadi dewan, sekarang karena Pakarpangan telah merger dengan Partai Demokrat lewat Rakernas di bali tanggal 29 april sampai 1 mei 211, maka kini dirinya menjadi caleg dari partai Demokrat.

   Samuel mengakui, awal menjadi anggota DPR dirinya harus belajar memahami aturan-aturtan kerja lembaga itu yang berhubungan dengan birokrasi pemerintah serta bagaimana caranya memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dan kini Semuel telah memahami benar seluk beluk dan bagaimana caranya harus memperjuangkan kepentingan masyarakat  secara tepat sesuai kebutuhan. “ Memang tidak semua permintaan masyarakat bisa dilayani pemerintah oleh karena kemampuan keuangan daerah kita yang terbatas, jadi butuh pelayanannya secara tahap demi tahap,” ucap Samuel dengan nada tenang.

    Kata Samuel yang ber-isterikan Ny. Else Djari dan telah memiliki 3 orang anak serta 4 orang cucu ini, menceriterakan, berawal dari dulunya dia adalah seorang buruh dipelabuhan kemudian  menjadi karyawan di perusahan semen kupang dan kemudian pensiun,  lalu pada tahun 2009 dirinya maju menjadi caleg dan terpilih menjadi anggota DPR hingga saat ini.

    Dengan pengalamannya sebagai buruh, Samuel  tahu benar bagaimana hidup orang susah, dia tahu bagaimana kesulitan hidup orang-orang kecil, dirinya selalu menyuarakan segala permasalahan hidup orang kecil di lembaga terhormat itu, namun untuk mengatasinya tentu tidak bisa sekaligus sebab perjuangan aspirasi rakyat dalam lembaga dewan harus melalui mekanisme yang ada disana  kemudian disesuaikan juga dengan kemampuan uang daerah yang tersedia, hal inilah yang membuat pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah kita tidak bisa sekaligus tetapi dilakukan secara bertahap. Maka sebagai wakil rakyat, Samuel selalu mengawal dan mengingatkan pemerintah agar memperhatikan serius kebutuhan masyarakat yang belum dilayani agar bisa dilayani pada tahapan berikutnya. “ Tidak benar jika ada orang yang mengatakan jika dia jadi DPR dia akan menjawab semua kebutuhan rakyat sekaligus, tidak bijaksana jika orang-orang itu mengatakan bahwa anggota DPR sekarang tidak pernah berjuang untuk rakyatnya. Orang yang bicara demikian karena dia belum tahu benar bagaimana cara kerja lembaga DPR, dia akan kewalahan apabila nantinya masuk dalam sistem yang berlaku disana, karena satu orang tidak mungkin bisa memperjuangkan sendiri apa yang dibutuhkan masyarakat kita, karena harus melalui mekanisme aturan-aturan yang berlaku di lembaga terhormat itu,” tandas Samuel.

    Samuel mengatakan bahwa hal yang paling menyenangkan hatinya apabila usulan tentang kebutuhan rakyatnya diterima dan ditetapkan untuk dilaksanakan oleh pemerintah kita. Sebaliknya apabila belum diterima dan ditetapkan untuk dilayani maka perasaannya amat terpukul sebab apa yang dibutuhkan masyarakat harus tertunda lagi pada tahapan berikutnya, jika terjadi seperti ini, dirinya merasa berdosa sebab apa yang diharapkan rakyat kecil belum bisa terlayani, namun dia tidak pernah putus asah untuk selalu berjuang agar kebutuhan masyarakat itu tetap harus dilayani pada tahun anggaran berikutnya.

    Ditanya perjuangan dulu dari buruh hingga bisa bisa menjadi DPR, Samuel mengatakan, awal-awalnya dia tidak yakin bisa dipilih rakyat, dia juga tidak yakin kalau nantinya dia bisa duduk di kursi terhormat DPRD Kota Kupang. Saat menjadi Caleg dulu, dia lantas melakukan pendekatan pada keluarga dan sanak family, teman dan kenalan serta tokoh-tokoh masyarakat dalam kecamatan Alak untuk minta di doakan sekaligus memberikan dukungannya. Dan dengan rendah hati , dia bersama isteri dan anak-anak selalu menaruh harapan pada kehendak Tuhan, maka karena campur tangan Tuhan lah akhirnya masyarakat memilih dia menjadi wakil mereka di lembaga DPRD Kota kupang hingga sekarang ini. “ Semua rencana harus diserahkan pada Tuhan, sehingga apa yang diinginkan bisa tercapai dengan baik. Masyarakat, teman, sahabat, keluarga mau memilih kita karena mereka adalah perpanjangan tangan Tuhan, oleh karena itu kita jangan sombong pada masyarakat, kita harus respon atas kebutuhan mereka, sebab tidak perduli pada penderitaan masyarakat berarti sama halnya kita telah melukai hati Tuhan,” ucap Samuel.

    Ditanya motivasi dirinya ikut menjadi caleg pada 2014, Samuel mengatakan, masih ada banyak hal yang ingin dia perjuangkan lagi lewat lembaga DPRD itu, ada kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang belum dilaksanakan secara baik oleh Pemerintah, kebutuhan-kebutuhan mendasar Masyarakat  Alak belum terpenuhi dengan benar oleh Pemerintah kita, butuh perjuangan yang lebih intens, lebih focus lagi, sehingga apa yang di inginkan Masyarakat akan tercapai dengan baik, selama menjadi DPRD Kota Kupang, dirinya sudah berjuang keras apa yang menjadi kebutuhan warga kecamatan Alak namun belum semuanya dilaksanakan oleh pemerintah, oleh sebab itu, dia kembali mejadi caleg agar bisa melanjutkan perjuangannya untuk kebutuhan masyarakat alak yang belum terpenuhi selama ini, dan apabila masyarakat berkenan memilihnya nanti maka apa yang menjadi masalah mendasar pasti akan diperjuangkan untuk dilayani secara terarah oleh pemerintah. “ Yang menjadi motivasi saya menjadi caleg karena ingin memperjuangkan lagi apa yang selama ini belum dilaksanakan oleh pemerintah kita terhadap masyarakat kota Kupang dan lebih khususnya terhadap masyarakat di kecamatan Alak,” ucap Samuel dengan suara tenang.

    Lewat kesempatan ini, anggota DPRD yang memiliki sosok Religius dan Humanis ini ini menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa, hati-hati dalam memilih caleg pada 2014 nanti, jangan lihat casing caleg atau kulitnya saja , tapi amati juga isi hatinya, isi kepalanya, teliti dulu sikap-sikapnya baru menjatuhkan pilihan sehingga tidak menyesal kemudian hari . Jangan pilih caleh karena uang atau barang sebab itu adalah taktik dan cara murah mereka membeli putus suara mahal kita, dan nanti ketika mereka jadi, mereka akan lupa pada kita sebab para caleg merasa telah membeli suara kita, dan mereka juga akan menggaruk uang-uang rakyat lewat lembaga DPR untuk bisa menutupi utang-utang saat sosialisasi diri dengan cara memberikan uang dan barang kepada masyarakat. “ jika masyarakat menerima uang atau barang dari para caleg maka sama halnya masyarakat menjual harga diri nya dengan murah, jika masyarakat meminta para caleg diberikan uang atau barang  saat sosialisasi diri maka masyarakat telah membuka peluang agar caleg tersebut melakukan korupsi saat duduk di DPR nanti , kenapa demikian ,? Sebab caleg tersebut tentu harus utang sana-sini untuk menjawab permintaan warga, dan saat jadi DPR nanti, maka caleg tersebut harus cari uang dengan cara apapun untuk bisa menutupi utang-utangnya sehingga masalah rakyat akan terlupakan begitu saja. Jadi apabila ada caleg yang memberikan uang maka terima saja tapi janga pilih orangnya sehingga mereka tidak jadi DPR yang kerjanya nanti hanya korupsi uang rakyat,” ucap  Samuel mengakhiri perbincangannya.  (EXPOS.01

Tidak ada komentar:

Posting Komentar