PENGKADERAN
ANGGOTA PARPOL PENTING DILAKUKAN PARPOL
Katanya, memang tidak semua orang yang dikaderkan oleh partai politik
akan diusung menjadi caleg oleh karena berbagai pertimbangan soal kemampuan dan
kematangan seseorang memahami masalah kompleks masyarakat serta lika-liku
penyelenggaraan pemerintah dan sistim aturan main saat duduk di legislativ,
namun yang harus dilakukan oleh partai politik adalah pengkaderan seluruh
anggota partainya, sehingga dimanapun anggota partainya berada, dia bisa
melakukan yang terbaik untuk masyarakat.
Walaupun
kader tersebut tidak diusung menjadi caleg atau menjadi caleg tapi tidak terpilih
manjadi anggota dewan perwakilan rakyat, tetapi kader tersebut juga sudah
memahami benar masalah perpolitikan berkaitan dengan cara membangun masyarakat
yang benar, sehingga ketika berada ditengah masyarakat, orang terebut mampu
menjadi teladan bagi kehidupan bermasyarakat, ujar Astuti.
PEREMPUAN
KOTA KUPANG MAMPU DAN HEBAT, BISA JADI ANGGOTA DPR
Sebagai seorang perempuan muslim yang banyak aktif dalam berbagai organisasi
masyarakat di kota Kupang maupun di tingkat nasional, dia mengetahui benar
kemampuan wanita kota Kupang dalam hal berpolitik. Wanita Kota Kupang menurutnya
cukup cerdas dalam melakukan apa yang semestinya dibutuhkan masyarakat kita.
Astuti yang lahir di kota Atambua-Belu itu menambahkan, kualitas kaum
perempuan kota Kupang saat ini sudah cukup berimbangng dengan kaum lelaki, oleh
karena itu, masyarakat kota Kupang harus memberikan peluang bagi mereka untuk
bisa menjadi pemimpin-pemimpin, agar bisa duduk sebagai wakil rakyat kita di
lembaga DPR maupun di lembaga DPRD.
Katanya
lagi, dirinya melihat langsung bagaimana
kaum perempuan kita di kota Kupang ini berhasil mengatasi berbagai masalah yang
terjadi dalam masyarakat kita, mereka juga hebat dalam dunia usaha, tidak
jarang terlihat keuletan wanita kota Kupang dalam mencari nafkah hidup membantu
keluarganya dan hidup merekapun berhasil baik. Ini membuktikan perempuan Kota
Kupang, ulet dan hebat karena memiliki semangat juang tinggi dalam mengatasi
masalah kehidupan, sehingga apabila semangat mereka ini ditunjang dengan
kemampuan pendidikan yang berkulaitas dan juga didukung dengan moral pribadi
yang baik, maka dirinya yakin mereka akan mampu berbuat yang terbaik bagi
masyarakat kita ketika jadi DPR maunpun menjadi pemimpinan pemerintahan kita.
BANYAK
MASYARAKAT BUTUH PEREMPUAN MENJADI WAKIL MEREKA
Mencermati kemampuan kaum perempuan kota
Kupang yang kini menjadi caleg yang diusung berbagai partai politik yang ada,
Astuti berkomentar bahwa, selama ini dirinya banyak dan selalu berkeliling
ditengah masyarakat, dan dari hasil pencermatannya bahwa banyak masyarakat kita
dewasa ini, terlebih masyarakat kaum perempuan
yang membutuhkan keterlibatan kaum perempuan duduk sebagai wakil mereka
dilembaga DPRD Kota Kupang, agar bisa berjuang bagi kepentingan masyarakat
terlebih bagi kepentingan kaum perempuan.
Dengan demikian dirinya yakin bahwa kali ini, pada pileg 2014, banyak
masyarakat yang akan memilih kaum perempuan menjadi wakil mereka. Oleh karena
itu, kepada kaum perempuan yang sedang berlomba sebagai caleg, Astuti berpesan
untuk tetap percaya diri dan maju terus dan jangan pernah putus asah sebab
banyak masyarakat kita sekarang ini, sedang mencermati kemampuan kaum perempuan
untuk dipilih menjadi wakil mereka di lembaga dewan.
Kata Astuti, kaum perempuan kita yang kini menjadi caleg harus berani lakukan
sosialisasi diri disemua titik lokasi masyarakat, jangan enggan bicara soal
kebenaran dan tunjukan kemampaun diri dengan maksimal, sehingga masyarakat kita
menaruh kepercayaan yang sungguh atas kualitas yang dimiliki dan akhirnya pada
pileg 2014 nanti , masyarakat kita tidak ragu-ragu menjatuhkan pilihan pada
kaum perempuan. “ Untuk memperoleh caleg
perempuan yang berkualitas dan bermanfaat, kaum perempuan harus menjalani
pendidikan yang sesuai, harus memiliki moral pribadi yang bagus, kaum perempuan
juga harus menjadi anggota partai politik dan bersedia dikaderkan sesuai
mekanisme parpol, kaum perempuan harus banyak terlibat dalam organisasi
masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang masyarakat, tanpa semua prose
situ, maka kaum perempuan akan sulit menjadi pemimpin yang diharapkan
masyarakat ,” ujar Astuti mengakhiri komentarnya. ( Exodus Pos 02).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar