Minggu, 17 November 2013

Direktur PDAM Kota Kupang, NOLDI DP. MUMU, SE,MM, KONTINUITAS AIR BURUK WARGA KRITIS AIR



Foto Noldi DP Mumu “ Pihak Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Propinsi NTT, selalu berjuang dan mencarai solusi yang baik agar pelayanan air bersih kepada warga kota kupang bisa terkover dan terlayani dengan baik oleh PDAM Kota Kupang “. Hal ini diungkapkan oleh Direktur PDAM Kota Kupang, Noldi DP Mumu,SE,MM,  ketika ditemui Wartawan,  diruang kerjanya, beberapa waktu yang lalu.

Kepada Tabloid ini, Noldi, mengatakan, banyak warga dalam wilayah kota Kupang selalu mengeluhkan kekurangan air bersih. Kendala yang menyebabkan hal tersebut adalah kontinuitas pelayanan air bersih yang buruk. Banyak warga datang dan keluhkan kepada Walikota Kota maupun ke PDAM Kota Kupang, namun permasalahan utamanya adalah 60 persen jaringan pipa-pipa yang ada dalam kota Kupang adalah milik PDAM Kabupaten Kupang, sehingga upaya-upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut masih sulit dilakukan oleh PDAM Kota Kupang.

Dia menjelaskan, ada wilayah-wilayah tertentu dalam kota kupang ini yang telah dilayani langsung oleh PDAM Kota Kupang karena telah memiliki jaringan pipa yang dipasang oleh pihak PU Kota Kupang. Pelayanan yang dilakukan oleh pihak PDAM Kota Kupang tidak pernah mendapat kritikan dan pengeluhan dari masyarakat oleh karena kontinuitas pelayanan air bersih sangat baik. Namun bagi daerah-daerah yang belum memiliki jaringan pipa, tentu belum dapat dilayani oleh PDAM Kota Kupang.

Noldi, menambahkan, pihak PDAM Kota  telah mengusulkan agar pemerintah kota Kupang  menyediakan  dana untuk pemasangan jaringan pipa pada daerah-daerah yang dimintai masyarakat, namun masih menunggu realisasinya. Jika pemerintah mengabulkan dan pihak PU telah membuat Transmisi dan membangun jaringan utama ,maka PDAM kota Kupang tentu akan melayani air bersih secara kontinuitas sesuai harapan masyarakat.

MASALAH KRITIS AIR DI MANULAI DUA KARENA DIAMETER PIPA INDUK KECIL
Menanggapi keluhan air bersih dari Masyarakat Manulai Dua , di wilayah RT.16,17,18,19,20, Noldi, mengatakan, di Kelurahan Manulai Dua , ada 2 PDAM yang melayani masyarakat , yaitu,  PDAM Kabupaten Kupang dan PDAM Kota Kupang. Dia Menjelaskan, PDAM Kota kupang dalam hal kontiniutas air, lebih baik pelayanannya.

Katanya, memang  ada beberapa Spot di  Manulai Dua yang masih mengalami kendala teknis berkaitan dengan kecilnya diameter pipa yang terpasang pada jaman masih UPTD yang menanganinya.  Kondisi ini  membuat kami mulai coba membenahi kembali jaringan Sekunder dan Tersier. Jadi masalah pelayanan air bersih di Manulai itu sedang dalam proses pembenahan.



AKAN MENGGANTI PIPA INDUK DENGAN DIAMETER YANG MEMADAI
Dia menambahkan,  ada beberapa titik yang masih membutuhakn biaya cukup besar, tetapi ada 1 spot yang kurang maskimal mengaliri air, sehingga menimbulkan masalah pelayanan air bersih bagi warga. Dan karena ada pipa-pipa peninggalan UPTD yang tidak fungsional, maka saya akan minta dipasang untuk menggantikan  pipa-pipa induk lama yang berdiameter kecil sehingga air bisa menjangkau warga di wilayah RT 16 hingga wilayah RT yang lainnya. “ Pipa-pipa yang tidak fungsional itu, PDAM Kota Kupang akan membuat  berita acara untuk menggantikan pipa-pipa yang bermasalah teknis di wilayah kritis air tersebut,”ungkapnya.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan petugas  lapangan, mengatakan,  hanya ada satu titik yang kritis dan harus di atasi secara baik. Sedangkan tentang titik-titk lain yang belum terjangkau, pihak PDAM Kota Kupang telah mengidentifikasi dan laporkan ke pihak Dinas PU Kota Kupang sejak tahun lalu agar disiapkan infrastruktur jaringan distribusi utama, sedangkan untuk distribusi Sekunder dan Tersier itu akan menjadi tanggung jawab PDAM Kota Kupang.  “Jaringan Transmisi dan jaringan utama adalah tanggungjawab dinas PU. PDAM menangani Distribusi Sekunder dan tersier saja. Inilah mekanismenya,” tandas Noldi serius.

JARINGAN TRANSMISI DAN JARINGAN UTAMA BELUM ADA,SULIT DILAYANI
Dia menambahkan, untuk membuka jaringan utama adalah hak dan wewenang dinas PU, kita hanya menyerahkan masalahnya ke mereka, merekalah yang memiliki hak untuk pembuatan Transmisi dan Jaringan Utamanya. Kalau itu belum ada maka PDAM tidak bisa melakukan pelayanan air kepada warga yang kritis air.

Noldi menjelaskan lagi, mekanisme hingga PDAM bisa melakukan pelayanan pada warga masyarakat, yaitu , Dinas PU kota Kupang terdaulu membuat transmisi lalu membuat distribusi jaringan utama, dan setelah sudah ada transmisi dan jaringan utama, maka pihak PDAM Kota Kupang baru bisa melakukan  distribusi sekunder dan tersier. “ Inilah mekanisme yang harus dilewati,” tandasnya.

KRITIS AIR YANG TERJADI KARENA KONTINUITAS AIR BURUK
Menanggapi masalah air bersih yang dialami masyarakat dibeberapa kelurahan, seperti di Kelurahan Naikoten 1 wilayah kebun Raja, Warga Naikoten Dua, Noldi mengatakan, dari kebun Raja sampai manulai 2 itu adalah jaringan milik PDAM Kabupaten Kupang . Pada titik-titik ini selalu mengalami gangguan air karena Kontinuitas yang buruk.. Inilah yang menjadi perhatian khusus pemerintah Kota Kupang bersama PDAM Kota, untuk berusaha mengatasinya dengan langkah-langkah, yaitu, pertama, pemerintah Kabupaten Kupang serahkan dulu sumber air dan jaringan utama yang ada  kepada pihak pemerintah Kota Kupang  ,kemudian pihak PDAM kota membenahi semua jaringan itu dan seterusnya  sehingga  warga bisa terlayani dengan baik.

60 PERSEN KONTINUITAS AIR MILIK PDAM KABUPATEN KUPANG BURUK
Noldi menuturkan, karena Pemkab Kupang belum menyerahkan aset-aset jaringan utama serta sumber mata air kepada Pemkot Kupang, hal ini menyebabkan  banyak sekali tempat-tempat kritis air yang tidak terlayani dengan baik oleh PDAM kota Kupang. Hampir 60 persen kontinuitas air yang di miliki PDAM Kabupaten Kupang yang melayani warga kota Kupang  kontinuitasnya buruk, sehingga banyak warga kota yang mengeluhkan hal ini.  “Masalah-masalah krtis air yang belum dibantu oleh karena pengawasannya masih dari pihak Pemerintah Kabupaten Kupang. Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kota Kupang sedang membangun dialog dengan kabupaten kupang agar masalah ini bisa selesai,”ujarnya.

Menurut Noldi, Sesuai aturan UU, setiap daerah otonom itu hanya memiliki 1 PDAM, dan satu itu dibawah otoritas pemerintah setempat. Inilah isyarat Undang-Undang. Yang terjadi di kota kupang, ada 2 PDAM dan yang satu tidak dibawah otoritas pemerintah kota Kupang. Inilah yang menjadi masalah, kenapa berbagai masalah air di kota ini tidak bisa ditangani oleh pemerintah  Kota Kupang, sebab masih dikuasai oleh Kabupaten Kupang.

BANYAK WARGA BERTERIAK KRITIS AIR KE PEMKOT KUPANG
Pemkot dan Pemprov selalu memberikan pemahaman kepada PDAM Kabupaten Kupang agar mereka bergeser pelayanannya ke wilayah kabupaten kupang. Noldi menekankan,Pemerintah Kota dan Propinsi tidak bermaksud atau berkeinginan untuk mengambil alih management PDAM Kabupaten Kupang. Yang mau di ambil adalah asset material atau jaringan perpipaan yang selama ini dikuasai oleh Kabupaten Kupang,  agar pelayanan dan plan pelayanan air bersih dalam kota kupang benar-benar berada dalam otoritas pemerintah kota kupang. Inilah amanat undang-undang tentang PDAM, tandasnya. 

Harapan PDAM kota kupang agar PDAM Kabupaten kupang bergeser ke Oelamasi dan jangan beroperasi di kota kupang ini.  Memang awal pemekaran ada UUD yang dalam satu pasalnya mengatakan penyerahan asset-aset jika diperlukan, itu berlaku hanya saat awal tetapi kini sudah 17 tahun kabupaten Kupang menguasai asset-aset ini sehingga tidak boleh lagi melakukan otoritas dalam wilayah kota Kupang. 

Hampir setiap saat warga kota berteriak kekurangan air pada pemerintah kota ini. Kondisi persoalan seperti ini, akan membuat warga kita mengalami ketidak pastian pelayanan air bersih yang memadai. 

Noldi menjelaskan, untuk mengatasi masalah kritis air, ada wilayah yang terdapat jaringan PDAM Kabupaten, terpaksa disitu juga dibangun lagi jaringan PDAM Kota. Ini  dilakukan agar bisa  melayani masyarakat kota yang kritis air. Kota melakukan ini karena hasil identifikasi membuktikan kontinuitas air oleh PDAM Kabupaten Itu bermasalah, sehingga di tangani cepat oleh Kota Kupang, berdasarkan permintaan warga yang mebutuhkan.

“ Saat jaringan PDAM kota Kupang terpasang, banyak warga yang segera masuk menjadi pelanggan. Warga menyadarai kalau mereka adalah warga kota Kupang yang butuh pelayanan air brsih secara kontinuitas,” tutur Noldi. ( Expos.001).

Sabtu, 16 November 2013

DRS. ALIAS BEBE, M,PD, PROBLEMA MENGATASI KEMISKINAN MASYARAKAT




alias fotoBanyak sudah daya upaya Pemerintah kota Kupang dalam upaya mengatasi kemiskinan masyarakat kita, namun sampai saat ini masih ada begitu banyak masyarakat kita yang hidup enggan, matipun tak mau. Program-program yang dilancarkan pemerintah berjalan terus walaupun masih terlihat tertatih-tatih dilakukan oleh karena harus menemui banyak kendala-kendala yang terjadi di lapangan. Sebagai contoh, dulu saat pemerintah mengguyalurkan dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PER), yang akhirnya berujung pada macetnya pengembalian yang cukup besar jumlahnya miliaran rupiah. Kelompok-kelompok usaha yang diberikan bantuan dana PER tidak bisa bertanggungjawab pengembaliannya sehingga harus juga berurusan dengan pihak aparat hukum. Kenapa ini bisa terjadi,? Mengapa demikian ?. Hampir pasti diketahui bahwa awal melakukan survey bagi kelompok peminjam tidak dilakukan secara valid sehingga kelompok-kelompok usaha yang diberikan dana tersebut hanya berdasarkan asal-asalan atau karena hunungan keluarga atau kerabat dekat.

DANA 500 JUTA TIAP KELURAHAN UNTUK PENGUATAN EKONOMI RAKYAT
Kini pemerintah menggulirkan dana baru yakni tiap kelurahan diberikan jatah sebanyak 500 juta rupiah. Dana ini diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh kelompok masyarakat yang sedang berusaha dan ingin mengembangkan usahanya. Pihak LPM diberikan wewenang untuk mendata dan melakukan survey bersama pihak petugas dari pemerintah kota Kupang. Dana ini disetor kembali setelah 3 bulan dari rentang waktu penerimaan bantuan. Katanya pemerintah juga ingin mengurangi kemiskinan masyarakat kota melalui program tersebut. Timbul lah pertanyaan bahwa kalau dana tersebut hanya diberikan pada orang yang ingin mengembangkan usaahanya saja,  lalu bagi orang miskin yang punya wawasan usaha dan mau memulai usahanya dari  awal, harus diatasi dengan cara apa ?.

Orang miskin yang memiliki wawasan usaha tapi tidak memiliki modal untuk memulainya, akan menjadi daftar tunggu yang tidak pasti, mereka akan menjadi tambah miskin dan melahirkan orang-orang miskin baru, akibat  ketidak mampuan untuk bangkit dari keterpurukan hidup. Potensi usaha yang dimilikinya tidak diberikan modal oleh pemerintah kita, lalu apa yang harus dilakukan pemerintah kita untuk mengatasinya  ?.

DANA 500 JUTA BUKAN UNTUK USAHA PEMULA
Dana 500 juta per keluarahan dikatakan pemerintah kita sebagai upaya penguatan ekonomi usaha masyarakat, yang di implementasi oleh para pengurus LPM sebagai dana untuk para kelompok usaha yang sudah ada untuk kembangkan usahanya, maka sudah pasti bahwa orang miskin yang ingin memulai usahanya, terpaksa harus tidak terlayani melalui dana tersebut.

Implementasi yang terjadi dimasyarakat kita tersebut, haruslah dipikirkan secara serius oleh Pihak Wakil Rakyat kita maupun pemerintah Kota ini, agar membuat terobosan program lain yang bisa mengakomodir kebutuhan usaha masyarakat kita yang ingin memulai usahanya untuk merobah hidupnya.  Tanpa kepedulian pemerintah dan wakil rakyat kita di DPRD Kota Kupang, maka bukan tidak mungkin akan terjadi masalah-masalah dan gesekan dalam masyarakat akibat kecemburuan sosial, dimana ada sebahagian warga merasa tidak adil karena  tidak disertakan mendapat bantuan dana bergulir tersebut, dan pada akhirnya nanti, dana bergulir itu, lambat laun, tidak langgeng berjalan didalam masyarakat kita.

KURANGNYA LAPANGAN KERJA PENYEBAB KEMISKINAN
Menurut Alias Bebe, kurangnya lapangan kerja membuat masyarakat kita hidup terlantar dalam penderitaan dan keterpurukan hidupnya. Pemerintah dan wakil rakyat kita harus bisa berpikir dan menciptakan lapangan kerja sesuai dengan SDM yang ada pada masyarakat kita dari berbagai lapisan. Tanpa lapangan kerja yang sesuai, maka upaya untuk mengatasi dan mengurangi kemiskinanhanyalah sebagai  slogan saja.

Data-data berkurangnya kemiskinan yang dimiliki oleh pemerintah kita, serasa berlainan dengan fakta yang terjadi dilapangan. Yang kita lihat, masih banyak orang yang sejak dulu sampai sekarang ini hidupnya semakin prihatin

Ada orang yang dari dulu hingga sekarang hidup dalam gubuk reyot yang hampir roboh padahal ada program rumah MBR oleh pemerintah kita. Program rumah MBR di berikan pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah, lalu bagi masyarakat yang berpenghasilan dibawah rendah itu harus di apakan ?.  Inilah yang harus di cermati saksama oleh pemerintah kita.

ORANG MAMPU DAPAT RUMAH MBR
Kalau kita cermati bersama, rumah MBR yang ada di Kelurahan Manualai dua, banyak yang ditempati para pegawai pemerintahan bahkan ada anak pejabat yang mendapati jatah rumah itu. Program rumah MBR,terkesan Rumah dibangun hanya untuk orang-orang-orang yang dekat dengan lingkaran penguasa saja. Pemberian rumah MBR tidak dilakukan secara adil alias pilih kasih dalam peruntukannya. Inilah yang menjadi masalah, kenapa rumah MBR itu sulit di berikan kepada masyarakat miskin kita.

PROGRAM BELUM BERPIHAK PENUH PADA MASYARAKAT KECIL
Dari berbagai permasalahan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa, program-program yang dilakukan oleh pemerintah kita belum sepenuhnya berpihak pada rakyat kecil. Program pengentasan kemiskinan yang digariskan dari tingkat Nasional, harus di implementasikan sesuai dengan kondisi masyarakat kita di kota Kupang, sehingga pelayanannya menyentuh kebutuhan yang sesusngguhnya.

Pemberian bantuan-bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat, haruslah dilakukan secara merata kepada masyarakat yang ingin memulai usaha maupun yang mau meningkatkan usahanya. Dan jika pemerintah mengkuatirkan masalah pengembalian dana tersebut , maka pemerintah harus melakukan bimbingan, dorongan  dan kontrol yang melekat kepada para pengguna modal usaha, sehingga mereka bisa berhasil mengelolah usaha tersebut secara baik dan terarah.

Pemberian berbagai bantuan berdasarkan golongan tertentu saja, akan menimbulkan kecemburuan sosial dalam hidup masyarakat kita. Dan kalau ini terjadi, maka apapun program yang dilakukan, tentu akan sulit berhasil dengan baik dan benar. (Expos.Red).

200 KK WARGA MANULAI DUA, KELUHKAN AIR BERSIH!



Air Bersih di kota Kupang selalu saja menjadi persoalan dari tahun ke tahun, dari waktu ke waktu. Warga Kota Kupang hanya menanti kapan masalah ini bisa teratasi secepatnya agar mereka bisa memperoleh pelayanan air bersih yang lancar.

Pengeluhan-pengeluhan yang dialamatkan ke pemerintah Kota Kupang mengalir bagai air, namun banyak yang tidak bisa ditangani oleh Pemkot Kupang sebab perbedaan pemahaman pelayanan dan kepemilikan sumber mata air serta jaringan pipa dipermasalahkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Kupang yang kini sedang mengelolah sumber air dalam wilayah kota Kupang.

Walaupun kontinuitas  air kepada masyarakat kota Kupang sangat buruk, PDAM Kabupaten Kupang tetap ngotot dan tidak mau meninggalkan wilayah pelayanan air kepada masyarakat kota Kupang yang sudah dilakukan selama 17 tahun ini.

Pemkot dan Pemkab kupang pun larut dalam ketidak pastian persoalan tersebut, rakyat terus menanti dalam ketidakpastian pelayanan air bersih yang didambahkan selama ini.

Sikap ngotot yang di tontonkan lewat media masa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang dan direktur PDAM Kabupaten Kupang, telah membuat ketidak berdayaan pihak PDAM Kota Kupang dalam menangani persoalan dan upaya melakukan pelayanan air bersih yang memadai kepada warga kota Kupang.

Masyarakat pun bertanya, apakah masalah ini ini tak ada solusinya ?. Rakyat sepih dalam deritanya sendiri, sedangkan pemerintah kota dan pemerintah kabupaten bersitegang dalam persoalan mereka yang tak berujung.

Lalu bagaimana dengan sikap pemerintah Propinsi kita ?, apakah tidak bisa mencari jalan terbaik agar masalah ini dapat teratasi ?. Cocok sudah pepatah kuno yang mengatakan “Anjing menggonggong kavila berlalu”, “ Rakyat berteriak haus, pemerintahnya saling adu ngotot.

PIPA TIDAK TER-ALIRI AIR, WARGA TERPAKSA MINUM AIR DI KUBANGAN KALI
Seperti yang dialami oleh 200 KK warga RT.16, !7,18,19, di kelurahan Manulai Dua.  Kepada tabloid ini mereka mengatakan, selama ini mereka sulit memperoleh pelayanan air bersih secara kontinuitas padahal adanya banyak jaringan pipa milik PDAM Kabupaten Kupang Maupun milik PDAM Kota Kupang. Pipa-pipa itu tidak teraliri air kerumah warga yang telah memiliki instalasi pipa,   karena itu, mereka harus turun ke kali yang berjarak puluhan meter untuk mengambil air untuk minum, cuci dan mandi.

Sebagai warga kota, mereka merindukan agar PDAM Kota Kupang bisa melayani kebutuhaan air bersih sehingga mereka  bisa hidup sehat dan bersih serta terhindar dari berbagai penyakit oleh karena kekurangan air bersih. “ Kami terpaksa harus minum air dari kali, sebab pipa-pipa itu mungkin kosong dan tidak dialiri air,” ucap Sarus, sala seorang warga RT 17  yang mewakili puluhan  keluarga.

PEMERINTAH HARUS SERIUS TERHADAP MASALAH AIR BERSIH

sam foto
Sementara itu, secara terpisah dimintai pendapatnya dari seorang  tokoh masyarakat Manulai Dua, Samuel Taklal, yang juga salah satu anggota DPRD Kota Kupang, mengatakan,  persoalan kekurangan air bersih yang dialami oleh warga dari empat wilayah RT itu berjumlah hampir 200 keluarga, mereka benar-benar sangat memerlukan pelayanan air bersih, dank arena tidak terlayani , maka mereka terpaksa harus mengambil air minum dari dalam kali yang berjarak puluhan meter dari tempat tinggal. Hal ini sangat memprihatinkan, ujar Samuel.

Samuel menambahkan, memang ada jaringan PDAM Kota Kupang yang teraliri air namun karena diameter pipa induknya kecil maka harus diganti denganpipa induk  yang berdiameter  lebih besar sehingga air dapat tersalur dengan baik menuju  rumah-rumah warga yang telah memiliki instalasi pipa rumah tangganya.

Menurutnya, masalah kekurangan air bersih yang dialami oleh ratusan keluarga kelurahan Manulai Dua, yang terjadi di wilayah RT. 16, 17,18,19,20,21, harus di perhatikan secara serius oleh Pemerintah Kota Kupang  dalam hal ini Pihak PDAM Kota Kupang.

KELUHKAN JUGA TERMINAL MANULAI DUA YANG TAK TERURUS
Samuel mengatakan lagi, banyak warga masyarakat Manulai Dua mengeluhkan keberadaan terminal yang dibangun oleh pemerintah Kota Kupang dan selama ini tidak digunakan sebagaimana harusnya. Terminal tersebut terkesan tidak terurus, padahal pemerintah telah mengeluarkan uang yang banyak untuk membangunnya.

Katanya, uang tersebut adalah uang rakyat, sehingga apabila membangun terminal hanya untuk terpampang sebagai hiasan, maka ada lebih baik uang tersebut diberikan kepada masyarakat Manulai Dua untuk membangun usaha – usaha perbaikan ekonomi kehidupan mereka.

Samuel Taklale menjelaskan, selama ini bemo-bemo link lampu 28, yang harusnya masuk ke terminal itu, tidak pernah diatur oleh pemerintah dalam hal ini pihak Dinas Perhubungan kita, sehingga bemo-bemo tersebut membuat terminal sendiri-sendiri atau tempat memutar semau mereka. “ Jika bemo-bemo itu tidak diatur terminalnya, maka pemerintah akan sulit menarik retribusi dari mereka. Hal demikian akan merugikan daerah kita,” ujar Samuel dengan nada tegas.

LURAH: WARGA LAIN TERLAYANI AIR, BANYAK WARGA USAHA PERTANIAN
Sementara menurut Lurah Manulai Dua, Gabriel Manek Baun,SE, menjelaskan, warga Manulai Dua yang berada di wilayah RT 01 sampai dengan RT 15, telah mendapat pelayan air bersih dengan baik dan lancar. Ada pelayanan yang diberikan oleh PDAM Kota Kupang dan Ada juga yang terlayani oleh PDAM Kabupaten Kupang.
kepdes foto
Add caption

Katanya, banyak warga manulai dua yang bertani sayur-mayur dengan menggunakan air pada belasan embung-embung yang terletak dekat wilayah PT.Semen Kupang, mereka berhasil menjadi petani sayur mayor yang sukses, kemampuan ekonomi hidupnya juga cukup bagus sehingga mampu menyekolahkan anak-anak mereka sampai perguruan tinggi.

WARGA DIMINTA BERSABAR,  KENDALANYA AKAN DI ATASI
Gabriel mengakui, memang di wilayah RT 16 sampai 21, yang tepatnya berada di  kampung lama Manulai Dua, masih kekurangan air bersih, namun telah adanya jaringan pipa-pipa induk dibeberapa wilayah itu. “ Mungkin kendala yang di hadapi adalah diameter pipa induknya yang sangat kecil sehingga tidak bisa memicu air menuju rumah-rumah warga disana,” ujar nya.

Lurah mengharapkan, kesabaran dari warga RT 16 hingga RT 21, sehingga apa yang diharapkan bisa terlayani dengan baik oleh pihak PDAM Kota Kupang. “ Sebagai pemerintah, kami akan berupaya melakukan pendekatan dengan PDAM Kota Kupang agar mencari solusi mengatasi masalah air tersebut,” ucap nya dengan tenang.

JADI LURAH TERBAIK KGC KARENA DUKUNGAN SEMUA WARGA
Lewat kesempatan ini juga, Lurah Gabriel, mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh warga Manulai Dua yang selama ini banyak bergotong royong secara swadaya membangun tembok pembatas wilayah kantor lurah. Dia memuji sikap kebersamaan warga yang telah mendukungnya sehingga Manulai Dua masuk dalam salah Satu Kelurahan yang diandalkan dalam lomba KGC.

Lurah juga mengharapkan, kiranya, masyarakat tetap  mendukung upaya penghijauan yang sedang dilakukan bersama pada jalur 40 dengan menanam 500 anakan Mahoni Mangga, Nangka, sebagai paru-paru kota Kupang, serta program pemberian anakan tanaman Tomat yang diberikan kepada setiap KK sebanyak 5 sampai 10 anakan yang merupakan upaya membantu pendapatan keluarga. Semoga program-program ini dijalankan oleh semua warga secara baik, sehingga kelak nanti sangat berguna bagi kesejahteraan hidup warga Manulai Dua.

Kata Lurah, walaupun dengan dana operasional kelurahan sangat  pas-pasan, dirinya akan tetap melakukan berbagai program yang dapat mensejahterakan kehidupan warganya. Dukungan-dukungan dari para sponsor yang juga adalah warganya sendiri dalam pengadaan Anakan Tomat, Mahoni, Nangka, Mangga dan tumbuhan umur panjang lainnya, merupakan kepedulian yang tinggi dari warganya untuk membangun kelurahan MNanulai Dua, hal ini patutlah diberikan apresiasi yang tinggi bagi mereka. “ Semoga kebersamaan dan saling gotong royong yang terjalin selama ini, semakin hari semakin erat, sehingga harapan untuk membangun masyarakat Manulai Dua menuju sejahtera bisa terwujud dihari mendatang,” ucap Gabriel mengakhiri pembicaraannya. ( Expos.002).

JODIAN A. SUKI, S.SOS, BAHAYA NARKOBA SEBAGAI ANCAMAN BERSAMA



Foto Suki,rote“ Penanganan Narkoba yang komperhensif tidak serta merta dapat dilakukan dengan maksimal oleh BNN semata, dibutuhkan kerjasama yang solid dan sinergi yang kuat dengan elemen lainnya. Tanpa sinergisitas yang solid maka sulit untuk mengatasinya”. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Panitia Pagelaran Seni Budaya bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao, ketika  temui wartawan Tabloid Exodus Pos, di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, saat acara silahturahmi antara BNP Provinsi NTT, Bupati Rote Ndao, Deputi Pencegahan BNN RI, Yapy Manafe, Sesepuh BNN RI, Goris Mere. Pada beberapa waktu lalu.

Kata Jodian yang juga adalah Sekretaris BNNK Rote Ndao, masalah Narkoba merupakan permasalahan kejahatan manusia yang menjadi salah satu isu besar Nasional yang turut mengancam Eksistensi kehidupan Bangsa. Katanya, prevelensi anak bangsa yang terlibat dalam Penyalahgunaan Narkoba semakin meningkat. Sampai dengan tahun 2013 ini telah mencapai 4,58 Juta Jiwa anak bangsa yang terkena bahaya Narkoba.

MEMBIARKAN NARKOBA BERKEMBANG, AKAN TERJADI LOS GENERATION
Menurutnya, hal ini merupakan ancaman nyata dan kalau terus dibiarkan, maka bisa terjadi “ Los Generation “, bahkan akan mempengartuhi masyarakat di kabupaten Rote Ndao ytang letak geografisnya berbatasan langsung dengan Australia yangt sering di didatangi para imigran gelap tersebut.

Dia menambahkan, untuk bisa menangani masalah tersebut, perlu adanya sinergisitas yang solid antar instansi terkait di Kabupaten Rote Ndao, sehingga masalah penyalahgunaan Narkoba tidak gampang mempangaruhi masyarakat di Rote Ndao. “ Tanpa kerjasama yang saling bersinergi, apa yang diharapkan oleh pemerintah kita tak mungkin akan bisa tercapai dengan baik. Masyarakat kita akan terjebak dalam persoalan Narkoba yang kejam itu,” ucap Jodian tegas.

MELAKUKAN PAGELARAN SENI BUDAYA SEBAGAI BENTUK SOSIALISAI
Jodian yang akrab dipanggil Suki itu menjelaskan, melalui Inpres Nomor 12 Tahun 2011, tentang pelaksanaan kebijakan dan strategis Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) trahun 2011-2015, telah jelas menunjukan bahwa setiap elemen bangsa memiliki tanggungjawab dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Salah satu elemen signifikan yang dapat berperan penting adalah jasa para seniman, baik dari level Kota maupun sampai tingkat daerah-daerah, ucapnya.

Suki melanjutkan lagi, untuk merangkul para seniman agar semakin responsive menghasilkan karya seni yang sehat tanpa penyalahgunaan narkoba, maka pihak BNNK Rote Ndao telah menyelenggarakan pagelaran seni budaya bagi mayarakat  Rote Ndao pada tanggal yang bertepatan dengan hari sumpah pemuda, yang diharapkan menjadi spirit untuk mendukung Indonesia Bebas Narkoba tahun 2015, sekaligus menjadikan Rote Ndao Bebas Narkoba.

PAGELARAN SENI BUDAYA ROTE NDAO DIHADIRI 3000 ORANG MASYARAKAT
Kata Suki, kegiatan pagelartan seni budaya yang dilakukan pada tanggal 02 Nopember 2013 itu melibatkan seluruh elemen goup seni dan para seniman yang ada di kabupaten Rote Ndao sebagai bentuk Sosialisai masalah penyalahgunaan Narkoba, telah melibatkan puluhan goruo dan para seniman dalam pertunjukan di atas panggung pementasan yang bertempat di pelabuhan laut Kota Ba’a yakni yang menjadi pusat kota Kabupaten Rote Ndao. “ Kegiatan ini dihadiri oleh tiga ribuan masyarakat dan dibuka oleh wakil bupati Rote Ndao, dihadiri oleh Deputi Pencegahan BNN RI, Yapi Manafe, Kasi Aturan Perundang-undangan BNN RI pada direktorat Hukum, dan pejabat BNN RI lainnya serta para pejabat pemerintahan terkait Kabupaten Rote Ndao serta para penegak hukum Rote Ndao”. Ucap Suki.

300 ORANG YANG HADIR MENJADI DUTA GERAKAN ANTI BAHAYA NARKOBA
Menurutnya, kehadiran tiga ribuan masyarakat Kabupaten Rote Ndao dalam mengikuti acara pertunjukan Tari, Teater,Musik,Pusisi, Nyanyi, dan Sosialisasi-Sosialisai bahaya Narkoba yang dilakukan oleh Pihak BNN RI, menujukan langkah yang sangat responsif dari masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di kabupaten itu. “ Materi-materi sosialisai tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampak hokum yang dipaparkan secara terbuka lewat pertujukan drama, nyanyi, dan pembicaraan langsung oleh pihak BNN RI, tentu akan selalu di ingat oleh tiga ribuan masyarakat yang hadir sehingga mereka akan menjadi garda terdepan dalam menolak bahaya narkoba di Rote Ndao,” pungkas Suki penuh yakin.

Suki ,mengakhiri, kehadiran 3000 orang dalam acara tersebut akan menjadi duta ketengah-tengah lapisan masyarakat Rote Ndao, untuk melakukan gerakan-gerakan anti bahaya Narkoba. Gerakan-gerakan anti Narkoba di kabupaten Rote Ndao akan mendapat dukungan serius dari pemerintah Kabupaten Rote Ndao maupun aparat-aparat penegak hokum yang terkait, ungkap Suki. ( Expos.001).