Sabtu, 16 November 2013

JODIAN A. SUKI, S.SOS, BAHAYA NARKOBA SEBAGAI ANCAMAN BERSAMA



Foto Suki,rote“ Penanganan Narkoba yang komperhensif tidak serta merta dapat dilakukan dengan maksimal oleh BNN semata, dibutuhkan kerjasama yang solid dan sinergi yang kuat dengan elemen lainnya. Tanpa sinergisitas yang solid maka sulit untuk mengatasinya”. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Panitia Pagelaran Seni Budaya bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao, ketika  temui wartawan Tabloid Exodus Pos, di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, saat acara silahturahmi antara BNP Provinsi NTT, Bupati Rote Ndao, Deputi Pencegahan BNN RI, Yapy Manafe, Sesepuh BNN RI, Goris Mere. Pada beberapa waktu lalu.

Kata Jodian yang juga adalah Sekretaris BNNK Rote Ndao, masalah Narkoba merupakan permasalahan kejahatan manusia yang menjadi salah satu isu besar Nasional yang turut mengancam Eksistensi kehidupan Bangsa. Katanya, prevelensi anak bangsa yang terlibat dalam Penyalahgunaan Narkoba semakin meningkat. Sampai dengan tahun 2013 ini telah mencapai 4,58 Juta Jiwa anak bangsa yang terkena bahaya Narkoba.

MEMBIARKAN NARKOBA BERKEMBANG, AKAN TERJADI LOS GENERATION
Menurutnya, hal ini merupakan ancaman nyata dan kalau terus dibiarkan, maka bisa terjadi “ Los Generation “, bahkan akan mempengartuhi masyarakat di kabupaten Rote Ndao ytang letak geografisnya berbatasan langsung dengan Australia yangt sering di didatangi para imigran gelap tersebut.

Dia menambahkan, untuk bisa menangani masalah tersebut, perlu adanya sinergisitas yang solid antar instansi terkait di Kabupaten Rote Ndao, sehingga masalah penyalahgunaan Narkoba tidak gampang mempangaruhi masyarakat di Rote Ndao. “ Tanpa kerjasama yang saling bersinergi, apa yang diharapkan oleh pemerintah kita tak mungkin akan bisa tercapai dengan baik. Masyarakat kita akan terjebak dalam persoalan Narkoba yang kejam itu,” ucap Jodian tegas.

MELAKUKAN PAGELARAN SENI BUDAYA SEBAGAI BENTUK SOSIALISAI
Jodian yang akrab dipanggil Suki itu menjelaskan, melalui Inpres Nomor 12 Tahun 2011, tentang pelaksanaan kebijakan dan strategis Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) trahun 2011-2015, telah jelas menunjukan bahwa setiap elemen bangsa memiliki tanggungjawab dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Salah satu elemen signifikan yang dapat berperan penting adalah jasa para seniman, baik dari level Kota maupun sampai tingkat daerah-daerah, ucapnya.

Suki melanjutkan lagi, untuk merangkul para seniman agar semakin responsive menghasilkan karya seni yang sehat tanpa penyalahgunaan narkoba, maka pihak BNNK Rote Ndao telah menyelenggarakan pagelaran seni budaya bagi mayarakat  Rote Ndao pada tanggal yang bertepatan dengan hari sumpah pemuda, yang diharapkan menjadi spirit untuk mendukung Indonesia Bebas Narkoba tahun 2015, sekaligus menjadikan Rote Ndao Bebas Narkoba.

PAGELARAN SENI BUDAYA ROTE NDAO DIHADIRI 3000 ORANG MASYARAKAT
Kata Suki, kegiatan pagelartan seni budaya yang dilakukan pada tanggal 02 Nopember 2013 itu melibatkan seluruh elemen goup seni dan para seniman yang ada di kabupaten Rote Ndao sebagai bentuk Sosialisai masalah penyalahgunaan Narkoba, telah melibatkan puluhan goruo dan para seniman dalam pertunjukan di atas panggung pementasan yang bertempat di pelabuhan laut Kota Ba’a yakni yang menjadi pusat kota Kabupaten Rote Ndao. “ Kegiatan ini dihadiri oleh tiga ribuan masyarakat dan dibuka oleh wakil bupati Rote Ndao, dihadiri oleh Deputi Pencegahan BNN RI, Yapi Manafe, Kasi Aturan Perundang-undangan BNN RI pada direktorat Hukum, dan pejabat BNN RI lainnya serta para pejabat pemerintahan terkait Kabupaten Rote Ndao serta para penegak hukum Rote Ndao”. Ucap Suki.

300 ORANG YANG HADIR MENJADI DUTA GERAKAN ANTI BAHAYA NARKOBA
Menurutnya, kehadiran tiga ribuan masyarakat Kabupaten Rote Ndao dalam mengikuti acara pertunjukan Tari, Teater,Musik,Pusisi, Nyanyi, dan Sosialisasi-Sosialisai bahaya Narkoba yang dilakukan oleh Pihak BNN RI, menujukan langkah yang sangat responsif dari masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di kabupaten itu. “ Materi-materi sosialisai tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampak hokum yang dipaparkan secara terbuka lewat pertujukan drama, nyanyi, dan pembicaraan langsung oleh pihak BNN RI, tentu akan selalu di ingat oleh tiga ribuan masyarakat yang hadir sehingga mereka akan menjadi garda terdepan dalam menolak bahaya narkoba di Rote Ndao,” pungkas Suki penuh yakin.

Suki ,mengakhiri, kehadiran 3000 orang dalam acara tersebut akan menjadi duta ketengah-tengah lapisan masyarakat Rote Ndao, untuk melakukan gerakan-gerakan anti bahaya Narkoba. Gerakan-gerakan anti Narkoba di kabupaten Rote Ndao akan mendapat dukungan serius dari pemerintah Kabupaten Rote Ndao maupun aparat-aparat penegak hokum yang terkait, ungkap Suki. ( Expos.001).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar