Senin, 16 Februari 2015

Raibnya uang Satu Juta Rupiah dalam Ruang Bersalin VIP RSU Kupang.
MAHASISWI STIKES NUSANTARA KEHILANGAN UANG REGIS

Kupang, Exodus Online.16/02/15.

" Saya curiga yang mengambil uang itu adalah salah satu Mahasiswa yang juga praktek dalam ruang itu. Saat semua diminta kepala ruangan untuk tetap menanti kedatangan aparat polisi, mahasiswa tersebut cepat-cepat pergi meninggalkan ruangan itu dengan alasan ada keperluan penting. Uang itu mau digunakan untuk Regis. Saya orang susah,kemana saya harus mencari uang untuk regis nanti ? ". Itulah  kata-kata penuh sesal yang diucapkan oleh ER kepada Wartawan Exodus Pos, saat ditemui di depan Kantor Polsek Oebobo, pada Senin 16 Februari 2015 sekitar pukul 18.00.Wit.

Kepada Exodus Pos, ER ,mengisahkan, dirinya bersama belasan teman kuliah yang lain, sedang melakukan praktek di ruang bersalin VIP RSU Kupang. Saat asik bekerja, uang sebesar 1 Juta rupiah tersebut disimpannya dalam Tas kuliahnya. Setelah hampir jam praktek berakhir, dia mengambil tasnya.Saat memeriksa uang dalam tas ternyata uang tersebut telah hilang. Ia langsung melaporkan pada kepala ruangan. Kepala ruangan pun mengambil tindang dengan cara meminta agar semua yang praktek dalam ruangan itu jangan pulang dulu sebelum aparat polisi datang utnuk memeriksa ruangan tersebut, namun, salah seorang mahasiswa langsung kabur pergi.

ER langsung melaporkan ke Polsek Oebobo. Aparat pun langsung turun lapangan. Setibanya di lapangan, ternyata semua rekan-rekan prakteknya sudah pulang ke kampus mereka. Aparat Polisi bersama dirinya kembali ke Polsek Oebobo. ER mengatakan dirinya amat kecewa dengan raibnya uang itu.

Kepada Exodus Pos, beberapa keluarga korban yang mendampingi ER, menyesalkan kejadian itu sebab sebagai orang susah, mereka tak mungkin cepat mencari u7ang untuk membayar registrasi kampus yang tinggal satu hari lagi.

Kepada Media ini, pihak keluarga berharap, orang yang mengambil uang itu segera mengembalikan pada ER, dan harapan keluarga, agar dalam Ruang bersalin itu diperketat pengawasannya oleh pihak Rumah Sakit, sebab menurut pengakuan beberapa mahasiswa praktek yang lain, mengatakan, dalam ruangan itu sering terjadi kehilangan uang milik para Mahasiswa Paraktek, tetapi tidak pernah dilaporkan pada aparat
Polisi. Seorang keluarga ER berharap, kiiranya dengan tindakan aparat Polisi saat ini, tidak terjadi lagi kehilangan uang dalam ruangan bersalin itu. ( ExPos.01).
Kasus Penganiayaan
" LAPOR SANG PACAR,SAAT DI SEL MENANGIS SEDIH "

Kupang.Exodus Online, 16 / 02 /2015

" Beta sonde mau dia dimasukan dalam Sel, beta sangat cinta dia, beta sonde mau pulang sama-sama dengan dia ". Itulah kata-kata dengan nada sedih yang diungkapkan oleh NN, seorang Mahasiswi, yang melaporkan sang pacarnya HK di Polsek Oebobo Kota Kupang, pada 16/02/15. Kepada aparat Polisi, NN, melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan sang pacar padanya di rumah kost mereka di kelurahan TDM Kupang.

Setelah pengambilan BAP, sang pacar HK langsung ditahan oleh aparat polisi karena terbukti bersalah melakukan tindakan penganiayaan terhadap NN. 

" Dunia memang aneh. Berani melaporkan perbuatan kesalahan orang tetapi tidak rela orang yang berasalah itu dihukum". 

Seperti yang disaksikan Wartawan Exodus Pos, di Polsek Oebobo, NN melaporkan tindakan penganiayaan pada aparat kepolisian lalu saat itu juga bersedia difisum oleh aparat. Masalah yang dilapoirkan NN adalah sang pacara menendang kakinya hingga nyaris tak bisa berjalan, oleh karena itu aparat pun menangkap sang pacarnya untuk diperiksa. Melihat sang pacar di periksa, NN mengubar senyum sinis pada Pacarnya NN, namun, ketika aparat mengantar HK ke dalam tahanan, NN pun langsung meneteskan air mata dan menggerak-gerakkan tubuhnya tanda tidak rela sang pacar masuk tahanan.

Yang lebih menarik lagi, saat aparat menyuruh NN pulang kembali ke rumahnya, NN tidak mau dan memeluk erat-erat kursi duduknya. Orangtua dan keluarganya memaksa tetapi NN tidak mau pulang kalau sang pacar masih dalam tahanan. Dan ketika Wartawan Exodus Pos menanyakan kenapa dia tidsak mau pulang, NN menjawab sambil menangis bahwa dia sangat mencintai HK dan tidak mau HK ditahan.

Melihat sikap NN, seorang aparat menghampirinya dan mengatakan, pulang dulu, nanti kalau mau cabut laporan, dilakukan pada besok saja. Begitu juga dengan orangtua NN, menjamin akan mencabut perkara pada besok hari kalau NN mau pulang bersama mereka. 

Dengan jaminan mencabut perkara tersebut, akirnya NN bersedia pulang bersama orangtuanya.(ExPos.02).




Sabtu, 14 Februari 2015

PELUNCURAN PERDANA FILM DAERAH NTT " INE PARE " DITONTON 250 ORANG



PELUNCURAN FILM INE PARE
DITONTON 250 ORANG

Kota Kupang. Exodus Pos Online. 14 / 02 /2015.
 
“Film ini dibuat agar menjadi contoh dan membangkitkan semangat bagi kaum muda, untuk lebih mengenal sejarah budaya nya, sehingga,  kaum muda termotivasi untuk melanjutkan dan melestarikan budaya peninggalan leluhur terdahulu kita. Dengan demikian, kaum muda akan turut ambil bagian dalam pembangunan Nasional di bidang Kesenian dan Budaya. Hal ini diungkapkan oleh Asisten 1 Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur, Ny. Yohanna  Lisapali, yang membacakan sambutan Gubernur pada acara Peluncuran Film Ceritera Rakyat NTT, berjudul : Ine Pare, pada Sabtu 14/2/2015, di Bioskop Film SMA Negeri 3 Kota Kupang.

Katanya, Pemerintah Nusa Tenggara Timur akan selalu mendukung segala kegiatan yang bertujuan melestarikan kesenian dan budaya Nusa Tenggara Timur.

Pemeran Utama Ine Pare"IMELDA METTI"
Menurut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bahwa film sebagai media komunikasi massa pandang dengar, mempunyai peranan penting bagi pengembangan budaya bangsa dan juga sebagai salah satu aspek peningkatan ketahanan Nasional dalam pembangunan Nasional. Film juga sebagai media tempat insan seni yang berbakat akting, teater dan drama dapat: menyalurkan bakatnya secara proporsional menuju profesional dan berguna bagi pengembangan diri dan peningkatan taraf hidup.

NERIL
NERIL Sebagai Ndale
Dia melanjutkan, Pemerintah Nusa Tenggara Timur patut mendukung Film Ceritera Rakyat yang berjudul “ INE PAREkarena  berlatar belakang Upacara dan ritual adat menghormati pemberian Sang Maha Kuasa, tarian adat sebagai ungkapan kegembiraan dalam keberhasilan hidup,  Musik Tradisional dan sayair serta pantun adat, yang didalamnya  terkandung nilai-nilai luhur, yaitu, Nilai Cinta Budaya, Menghormati pemberian Yang Maha Kuasa, rela berkorban demi kehidupan banyak orang, setia, semangat dan ulet dalam mempertahankan kehidupan.

Peran Pembantu Utama "ANDRE"
Pemerintah menilai kegiatan produksi serta Penayangan dalam bentuk Film adalah upaya pelestarian dan pengembangan nilai budaya bangsa, pembangunan watak dan kepribadian serta peningkatan harkat dan martabat manusia. Karena itu, Ceritera Ine Pare, patutlah di promosikan lewat berbagai media, dan lebih khususnya lewat Media Sinematografi.
WAWAN Sebagai Sipi
Katanya lagi , Pemerintah Nusa Tenggara Timur  berharap, agar lewat film ini, dapat
memberikan motivasi bagi masyarakat luas, untuk mengetahui dengan jelas makna dari upacara dan ritual adat, Tarian adat, ceritera rakyat maupun musik tradisional yang dikenal secara turun temurun oleh rakyat kita.

DESY & MADELIN Sebagai Antagonis
Sebelumnya, dalam laporan Produksi, pimpinan Teater Pluss Kupang, Piter Kembo, mengatakan, sangat berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Seluruh Anggota DPR Provinsi, yang telah mempercayai Teater Pluss, untuk memproduksi Film Ceritera Rakyat Ine Pare. Bantuan Dana Hibah yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTT, telah membantu Teater Pluss Kupang berhasil menyelesaikan produksi film tersebut.

YAPY & RIKUS Sebagai Antagonis
Kata Pieter, cita-cita Teater Pluss untuk berbakhti pada daerah tercinta NTT, telah tersampaikan. Dia melanjutkan, kegistsn produksi dilakukan selama satu bulan lebih, lokasi soting dilakukan sebanyak 27 titik. 20 lokasi soting dilakukan di Wilayah Ende Lio, sedangkan 7 soting dilakukan dalam Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Para artis yang terlibat sebanyak seratus orang lebih. Sebagian artis dari Kabupaten Ende Lio, dan separuhnya dari Kota Kupang.

BERNAD Sebagai Antagonis
Tentang, Artis yang berperan sebagai Ine Pare, berasal dari SMA Negeri 3 Kota Kupang, bernama Imelda Metti. Pieter melanjutkan, artis-srtis Kota kupang, banyak yang berasal dari SMA Negeri 3 Kupang, dan oleh Karena itu, dia dan Teater Pluss sangat berterimakasih pada Kepala Sekolah dan seluruh staf Guru dan semua Karyawan SMA Negeri 3 Kota Kupang.

Pieter berharap, kiranya diwaktu mendatang, Pemerintah Pronvinsi NTT, masih memberikan kesempatan kepada Teater Pluss untuk Produksi Film-Film Budaya NTT.

NONI & SINTA PERAN SKEPTIS
VALEN,ASTER,EMPOS, ANTAGONIS
Dikatakan lagi, Teater Pluss telah banyak mendapat penghargaan dari pihak Pemerintah Nasional, dalam bidang Pembuatan Skenario Film yang berstandar Nasional maupun dalam pembuatan fil-film dokumenter. Dan pada November tahun 2014, Teater Pluss menduduki peringkat kedua Nasional, dalam Produksi Film Dokumenter berjudul Kosu Wena Ale One Keri dari Ngada, yang diselenggarakan Oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dirinya juga pada bulan yang sama, menduduki peringkat kedua setelah Arswendo Atmowiloto, dalam Lomba Penulisan Skenario Ceritera Film Layar Lebar , tingkat Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

GURU ITA MULI PERAN SKEPTIS

Hadir pula dalam acara peluncuran ini adalah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, yang diwakili  oleh Kabid Kebudayaan, Valenthinus Balu, utusan Perpustakaan Negara Provinsi NTT, utusan UPTD Pengkajian Sejarah Provinsi NTT, para Guru dari SMA Neger 1 Kota Kupang, para Guru dari SMP Negeri 2 Kupang, para guru dan Siswa dari SMA Negeri Kupang, para Tokoh Masyarakat Ende Lio yang ada di Kota Kupang, Para Artis Kota Kupang.

PARA SISWA Sebagai Antagonis
NIKO SAY sebagai Opa
Atas Nama Gubernur NTT, Asisten 1, Ny. Yohanna Lisapali, didamping Kabid Kebudayaan NTT dan Pengurus Teater Pluss, meluncurkan Film Layar Lebar Ine Pare  yang  berdurasi tayang 43 Menit tersebut, dengan menekan tombol star penayangan perdana. Selama peyangan berjalan semua hadirin yang berjumlah 250 orang, bersa,a Asisten 1 dan semua yang hadir, menyaksikan dengan serius dari menit awal hingga tamat. ( ExPos.01).

Sabtu, 04 Oktober 2014

Workshop Fasilitasi Penulisan Skenario Film Tahun 2014



workshop kemendibud

Jakarta, 29/09/2014. Exodus Pos Online.
 Rekomendasi Hasil Workshop ini merupakan bahan untuk memacu para Penulis Skenario Film kita, agar kedepannya dapat membuat karya-karya besar dan bermanfaat untuk membangun karakter bangsa yang berbasis Nilai Budaya dan Kearifan Lokal yang dimiliki oleh masing-masing daerah di Indonesia. Hal ini di ungkapkan oleh Kasubdit Literasi dan Apresiasi Film, Direktorat Jenderal Pembinaan Kesenian dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Subantoro, ketika membuka acara Workshop bagi para Penerima Fasilitasi Penulisan Skenario Film tahun 2014 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Belum lama ini.

Subantoro, hadir membuka kegiatan Workshop
Subantoro, menjelaskan, penyelenggaraan Fasilitasi Penulisan Skenario dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan akan minimnya film-film bertemakan budaya yang mengandung nilai-nilai sosial dan memiliki fungsi sebagai media untuk membangun karakter bangsa. Para penulis skenario sepertinya kurang berminat menuliskan naskah dengan tema sosial budaya, penulis muda yang diharapkan masih memiliki idealisme dan masih bisa dibentuk, harus diberikan stimulus agar mereka mau mengeksplorasi ragam budaya Indonesia dan menemukan nilai-nilai karakteristik bangsa yang menarik untuk dituliskan dalam bentuk skenario film.

Subantoro, menambahkan, melalui kegiatan Fasilitasi Penulisan Skenario diharapkan akan muncul penulis-penulis yang memiliki kreativitas tinggi dalam mengelola ide-ide dari keragaman budaya, kearifan lokal dan pembangunan karakter bangsa, demi kelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Sesuai dengan maksud dan tujuan pelaksanaan, Penyedia jasa mengusulkan usulan tema kegiatan,  “Membangun karakter bangsa melalui skenario film yang berbasis nilai budaya dan kearifan lokal”.

Melvy Yendra, saat memberi arahan kegiatan
Sementara dalam kegiatan itu, kepada Exodus Pos Kupang, ketua Tim Juri dan juga adalah ketua Tim Reviewer, Melvy Yendra, mengatakan, Setelah melalui proses membaca, meneliti dan melakukan penilaian atas proposal yang terkumpul di panitia dan berdasarkan proses seleksi dan kontrol atas kualitas skenario yang diterima, maka tim juri merekomendasikan peserta penerima fasilitasi penulisan skenario adalah: Arswendo Atmowloto, dengan skenario berjudul “Keluarga Cemara”,Pieter Kembo, dengan skenario berjudul “Ofa Langga” Yudiyanto, dengan skenario berjudul “Bhumi Sambara”, Ilma Indriasri, dengan skenario berjudul “ Kereta Sinema”, Retno Kusumastuti, dengan skenario berjudul “Keris”.

Subantoro, saat berdialog dengan Tim Reviewer
Melvy Yendra, melanjutkan, banyak menerima penulisan skenario yang masuk, namun, setelah dilakukan seleksi oleh tim juri, maka, hanya lima skenario yang layak mendapat fasilitasi. “ Bagi yang mendapat kesempatan Fasilitasi, kiranya terus berkarya membangun bangsa dan Negara dengan skenario-skenario yang lebih berkualitas, sedangkan yang belum mendapat kesempatan, diharapkan lebih tekun lagi berkarya sehingga kedepannya bisa mendapat kesempatan ini”, ungkap Melvy.

Sesuai pantauan langsung Wartawan Exodus Pos, dalam kegiatan Workshop yang dilaksanakan sejak tangga 27 sampai 29 September 2014, di Hotel Mercure Ancol, hadir juga Perwakilan Kemendikdud, Ny.Rita Siregar.
Ny. Rita Siregar, yang juga sebagai Moderator Kegiatan Workshop, memberikan masukan-masukan bagi lima peserta yang mendapat Fasilitasi Penulisan Skenario Film tahun 2014 tersebut. 
Subantoro, saat berikan kata sambutan pembukaan
Kepada lima peserta itu, Ny.Rita Siregar, mengatakan,Pemerintah senantiasa
mendukung skenario-skenario yang memiliki nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang bertujuan membangun karakter bangsa. 

Katanya, pengaruh Globalisasi yang semakin hari semakin tak terkendali, dikuatirkan Nilai-nilai Budaya kita bisa saja ternoda dan  luntur, dan bukan tidak mungkin, pada suatu saat  nanti, akan hilang dan terlupakan. 

Ny.Rita Siregar, mengatakan lagi, dengan kegiatan ini, diharapkan para penulis senantiasa peduli akan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa kita, dan dengan tulisan skenario yang mengandung nilai-nilai itu,  maka, pemerintah dapat merampung beragam kekayaan budaya tersebut  dan mendokumentasikannya secara baik, dengan cara memproduksi skenario-skenario yang kaya nilai tersebut, menjadi film layar lebar untuk dinikmati oleh masyarakat Indonesia. “ Kandungan isi skenario harus memiliki unsur pendidikan bagi masyarakat, ini yang diharapan oleh pihak Kemendikbud”, tegas Rita.

 Workshop ini menghadirkan , lima orang Tim Reviewer, yang terdiri dari, Melvy Yendra, Gus Tf Sakai, Damhuri Muhammad, Hari Ambari dan Umi Budiastuti. Dan dihadapan Tim Reviewer, Moderator Kegiatan, Rita Siregar,  memberikan kesempatan kepada lima orang peserta Penerima Fasilitasi Penulisan Skenario untuk memaparkan ide dasar ceritera mereka masing-masing.

Arswendo Atmowiloto, paparkan isi Skenario Keluarga Cemara
Penerima Fasilitasi, Arswendo Atmowiloto, dengan skenario “ Keluarga Cemara”, mengatakan, Ide Penulisan Skenario yang ditulisnya itu, untuk mendidik para generasi muda kita agar tidak jauh terperosok dalam hidup di jaman modern ini. Katanya, Film-Film Sinetron yang gencar ditayang di televisi, terasa sudah kurang mendidik generasi kita, sehingga dengan Skenario Keluarga Cemara, diharapkan dapat menjadi contoh positip bagi setiap keluarga dalam mendidik anak-anak mereka menghadapi kehidupan sekarang ini. “ Contoh hidup sederhana, saling menghormati, interaksi hidup penuh kekeluargaan dalam kasih sayang,ada dalam ceritera ini, dan inilah contoh hidup yang baik yang patut di teladani”, ucap Asrwendo.

yudi dan peter
Pieter Kembo & Yudianto, paparkan Isi Skenario masing-masing
Selanjutnya, Piter kembo, dalam Skenario “ Ofa Langga “, mengungkapkan, ceritera yang di tulisnya, untuk mengingatkan kembali pada generasi Muda kita, agar mengetahui dan memahami  latar belakang diciptakannya lagu-lagu daerah yang di tuturkan oleh para pendahulu-pendahulu kita di waktu yang lalu. Katanya, masa lalu memiliki nilai-nilai budaya yang dapat membentuk karakter bangsa, namun persoalan yang dihadapi adalah, kurang digali dan dilestarikan dengan baik. Oleh karena itu, lewat kesempatan ini, dirinya ingin adanya perhatian serius dari pemerintah untuk menggali dan melestarikan ceritera-ceritera rakyat yang ada di seantero bumi Indonesia. “ Kisah ini berlatarkan Kesetiaan, Cinta dan Patriotisme dalam membela tanah air dari kaum penjajah dijaman dahulu “, tandas nya.
Tim Reviewer, Gus Tf. Sakai

Yudianto, dalam Skenario “ Bumi Sambara”, mengatakan, ceritera yang ditulis berlatar belakang,  Kepercayaan,bukan menjadi penghalang bagi persatuan. Katanya, ini adalah ceritera film yang mempersatukan, yakni,  kebersamaan yang dibangun dari berbagai latar belakang kepercayaan dan melahirkan suatu rasa persatuan yang erat dan melekat. “ Saya Tuliskan Ceritera Film ini, sebagai motifasi bagi masyarakat untuk membangun kebersamaan hidup yang harmoni, tanpa membedakan sapa dan dari mana latar belakang adat maupun agama mereka. Persatuan adalah kekuatan maha dasyat dalam membangun tanah air kita Indonesia”, tandas Yudianto.

Sementara Ilma Indriasri dalam karya  “ Kereta Sinema”, menjelaskan, ceritera yang ditulisnya ini, merupakan, refleksi panjang yang dia ilhami, tentang Kasih Sayang dan Kesetiaan dalam kehidupan antar sesama. Katanya Interaksi Hidup penuh kasih antar sesama akan membawa  manusia lebih memahami apa manfaaat hidup yang sebenarnya. “ Saya menintepretasikan semua kisah kehidupan dalam ceritera ini, untuk menyemangati  masyarakat kita untuk memahami lebih mendalam arti Hiudp Kasih yang sesungguhnya”, ucap Ilma mengakhiri pembicaraan.

Penulis Skenario Retno dengan karya “ Keris “, mengatakan, latar belakang  ceritera yang ditulisnya adalah,  mendorong masyarakat untuk melestarikan benda - benda budaya peninggalan leluhur kita yang meimiliki sejarah yang mengakar.  “ Keris adalah barang pusaka yang selalu dipakai oleh raja-raja kita dulu. Sepenting apa  kegunaannya dan bagaimana cara pembuatan keris ini,  akan saya paparkan menjadi pengetahuan bagi genersi kita “, ucap Retno.

Setelah 3 hari kegiatan Worshop ini, para Tim Reviewer, memberikan rekomendasi berdasarkan pemaparan Ide Ceritera dan Teknik Penulisan Skenario yang baik kepada lima peserta tersebut.

Tim Reviewer, Hari Ambary & Damhuri Muhammad
Isi Rekomendasi tersebut, antara lain, kiranya dalam pembuatan skenario yang berlatar belakang budaya, harus memiliki fakta sejarah yang kuat sehingga basis ceritera tersebut terhindar dari kontroversi. Perlu adanya penyegaran-penyegaran dalam ceritera sehingga penonton tidak menjadi jenuh ketika menontonnya. Jangan terlalu banyak Deskripsi yang menyebabkan miskin dialog maupun sebaliknya yakni banyak dialog miskin gambar. Perlu memperhatikan berbagai property yang dipakai dalam ceritera sehingga ada kelogisan antara ceritera dan barang yang dipakai pada zaman ceritera itu terjadi.

Rekomendasi yang diberikan oleh para Tim Reviewer, diterima baik oleh seluruh penulis skenario yang mendapatkan fasilitasi tersebut . Dan akhirnya acara Worshp ini di tutup pada Senin 29 September 2014 oleh perwakilan Kemendikbud, Ny.Rita Siregar.. ( Exos.001).



Senin, 25 Agustus 2014

JADILAH ANGGOTA DPR YANG BERMANFAAT BAGI RAKYAT




    Perjalanan Politik panjang tahun ini, cukup menguras energi para Politisi muda kita di kota Kupang. Mulai dari Pemilihan Legislatif sampai Pilpres banyak menguras  pikiran para politisi kita yang giat  berjuang untuk memenangkan  pileg  dan Pilpres. Koalisi-koalisi pun terbentuk untuk galang kekuatan menangkan Capres Idolanya. Kesejukan antar Parpol pun hampir saja terusik  dan retak oleh karena terkotak-kotak dalam koalisi untuk berjuang memenangkan Calon Presiden dambaan mereka.

    Menarik untuk disimak, pada Pileg yang lalu, ada Parpol  yang dulu miliki banyak anggota DPRD kini berkurang drastis. Ada pula  parpol yang secara daerah tidak diperhitungkan ternyata mampu meraih kursi cukup banyak. Parpol yang dulunya hanya memperoleh satu kursi di DPRD Kota Kupang, kini mampu menambah jumlah kursi  yang siqnifikan. Hal ini menandakan bahwa rakyat kota kupang semakin memahami demokrasi. Rakyat Kota Kupang telah matang memilih wakil-wakilnya di DPRD Kota Kupang.

    Masyarakat Kota Kupang sangat mengharapkan semoga wakil-wakil  yang dipilihnya mampu  menjadi representase nilai-nilai luhur kepentingan rakyat kota ini. Jika tidak seperti harapan rakyat, tentu akan ditendang alias tidak dipilih lagi pada Pileg 5 tahun mendatang.

    “Jika menjadi wakil rakyat yang tidak mengutamakan kepentingan rakyatnya, maka wakil rakyat tersebut tidak bermanfaat apa-apa, dan harus rela mengundurkan diri dari lembaga terhormat tersebut “.

    Seluruh Masyarakat Kota Kupang patut diberikan jempol sebab memilih wakil bukan lagi berdasarkan  nama besar partai melainkan memilih wakil sesuai kemampuan  pribadi yang dimiliki yang dicermati mampu membawa rakyat kota menjadi lebih baik dari sekarang. 

    Sangat patut diangkat jempol juga bagi 40 Politisi Muda yang terpilih menjadi Anggota DPRD Kota Kupang periode 2014-2019,sebab, mereka adalah orang-orang terbaik kota ini yang tentu memiliki banyak pengalaman brilian yang mampu membawa kehidupan  rakyat menjadi lebih bermartabat. Semoga ke 40 wakil rakyai ini selalu mesra dan kompak berkarya hanya untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk kepentingan pribadi atau golongannya.

    Tanda-tanda mesra dan kompak terlihat jelas seuasai pelatinakan ke 40 wakil rakyat ini ketika selesai dilantik pada Senin 25 Agustus 2014 oleh Gubernur NTT yang diwakili oleh Walikota Kupang, Jonas Salean,SH. Selesai mengikuti acara pelantikan, ke 40 anggota dewan kota itu, saling bencengkrama dengan akrabnya  antara satu dengan yang lainnya.

Apakah ini menjadi pertanda baik bahwa ke 40 wakil rakyat kita itu akan kompak selalu untuk membangun Rakyat Kota Kupang ke depan ?. Mereka sendirilah yang tahu !.
 SALAM REDAKSI