Jumat, 10 Januari 2014

Penerima Beasiswa SD,SLTP dan SLTA Kupang KELUHKAN CARA PELAYANAN BANK NTT DI KANTOR WALIKOTA KUPANG



Exodusposonline.11/01/2014.
Kami datang dari jauh-jauh tapi sampai disini tidak dilayani. Berakali-kali kami datang tetapi selalu saja tidak mendapat pelayanan, dengan alasan Formulir  Pengisian Calon Penerima Beasiswa sudah habis. Kami dijanjikan datang lagi pada tanggal 17 Januari 2014, untuk mengambil formulir lalu diisi kemudian baru akan dilayani pada Februari 2014. Hal ini membuat kami merasa kesal dan kecewa, sebab pengurusan untuk menerima beasiswa ini telah kami lakukan sejak pertengahan desember 2013 yang lalu. 

Demikianlah pengeluhan yang dilontarkan oleh beberapa orang tua siswa penerima beasiswa periode tahun 2013, ketika ditemui Wartawan Exodus Pos didepan Kantor Walikota kupang, pada Rabu,08 Januari 2014, yang lalu.

Lewat Tabloid ini, salah seorang yang bernama Yuliana, yang adalah orangtua dari salah satu siswa Sekolah Dasar  Negeri di Kota Kupang, mengeluhkan, sudah 14 kali sejak tanggal 18 desember 2013, dirinya bersama anaknya datang ke Kantor Bank Mandiri di Walikota Kupang, tapi tidak pernah diberikan Formulir Pengisian Calon penerima Beasiswa. Alasan yang diberikan petugas adalah habisnya formulir tersebut, sehingga belum bisa diberikan pada mereka. Mereka pun datang lagi pada tanggal 08 Januari 2014, tetapi juga tidak diberikan formulir. Salah satu petugas menjelaskan bahwa nanti pada tanggal 17 Januari baru fomulir diberikan, kemudian setelah formulir di isi, maka pelayanan baru akan diberikan pada bulan februari 2014. Penjelasan tersebut membuat dirinya merasa amat kecewa sebab pada setiap kali dia datang memerlukan biaya tranportasi sebanyak 15 ribu rupiah, yakni, membayar Motor Ojek dan untuk membeli makanan buat anaknya yang masih duduk dibangku SD itu. Dan selama kedatangannya ketempat itu, dia telah mengeluarkan biaya sebanyak 200 ribu rupiah.

Menurut Yuliana, cara pelayanan yang dilakukan oleh pihak Bank NTT, sangat lamban dan terkesan tidak professional, dan terkesan hanya asal-asalan saja, tidak memiliki semangat kerja sebagai palayan masyarakat kecil.

Sementara, menurut salah satu orangtua siswa yang bernama, Emon, dari Naikoten 1, mengatakan, jangan-jangan pihak Bank NTT, sengaja memperlambat pelayanan guna mendapat bunga dari uang beasiswa yang diberikan pemerintah itu.” Katanya uang sudah ada sejak bulan desember 2013, tapi kenapa sampai saat ini belum jelas pelayanannya ?, jangan sampai ada apa-apanya,”ucap Emon dengan wajah penuh Tanya. ( Expos.003).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar