Rabu, 25 Februari 2015

SELAMATKAN GENERASI HARAPAN BANGSA ? TERTIBKAN KEGIATAN MUDA-MUDI BAWAH UMUR DI MALAM HARI




Exodus Pos Online. Ronda Malam

Pantauan Tim Ronda Kota, Exodus Pos, sepekan terakhir,  mendapat pengalaman-pengalaman yang luar biasa. Remaja-remaja dibawah umur yang seharusnya selalu mendapat perhatian orang tua, ternyata banyak yang berkeliaran diatas jam 12 malam. Ada yang ditemukan sedang asik miras ria bersama sang pacar dan ada juga bermiras ria bersama bapa-bapak yang mencari hiburan dimalam hari, mulai dari pusat kota kupang sampai ke pinggirahn kota Kupang.

Ketika seluruh warga kota Kupang  tertidur lelap, disaat yang sama juga terlihat remaja-remaja bawah umur sedang asik bermiras ria dan ada kelompok-kelompok remaja yang sedang bergoyang dipesta muda-mudi yang disebut Parti. Dengan alasan Parti, para remaja dibawah umur ini bebas konsumsi Miras.

Pantai Tedis Bar, pantai Ketapang satu, pantai  Lopo-lopo di Oesapa, penuh dengan remaja-remaja belasan  tahun yang asik miras di tengah malam.

Menurut pengakuan dari beberapa remaja bawah umur yang ditemui Tim Ronda Malam Exodus Pos di Lokasi-lokasi tersebut, mengatakan, mereka sebenarnya ingin berubah dan bersekolah, namun mereka terikat dengan ajakan-ajakan para pemudsa untuk menggasak bapak-bapak hidung yang punya banyak uang.

SENGAJA BERTEMAN DAN PACAR,  PAKSA CARI UANG UNTUK MIRAS !

Mereka juga mengaku, para pemuda-pemuda yang sering Miras di Pinggiran jalan,  yang dikenal sebagai teman bahkan pacar, juga selalu menjebak mereka untuk memeras bapak-bapak hidung belang.

Cara yang dilakukan adalah, mereka dipaksa merayu bapak-bapak hidung belang untuk diberikan uang dengan janji bermesraan. Setelah sang bapak terpedaya, dan memberikan uang, maka, uang itu diambil paksa oleh para pemuda tersebut. Lalu modus yang berikut adalah sang pemuda menyuruh para perempuan dibawah umur ini pergi meninggalkan para bapak-bapak hidung belang tersebut. Hal ini terjadi hampir setiap malam demi melayani keinginan para pemuda-pemuda itu.
  
“ kalau kami tidak mau melakukan suruhan para pemuda itu, kami akan di pukul bahkan di ancam akan dibunuh. Kami takut jadi terpaksa kami lakukan hal  tersebut. Uang hasil tipu daya kami, dipakai untuk miras oleh pemuda-pemuda itu “, ucap JN.

KAMI INGIN MENGHINDARI TAPI TAKUT ANCAMAN PARA PEMUDA

Sementara pengakuan salah seorang wanita bawah umur, PA, dia sebenarnya tidak mau keluar malam hari, tetapi, pemuda-pemuda pinggir jalan itu selalu ancam lewat SMS, mereka mengatakan kalau tidak mau, mereka akan mencari dan memukul kami, sehingga, kami takut dan terpaksa menuruti keinginan mereka.

BERHARAP APARAT KEMANAN TERTIBKAN PARA PEMUDA YANG SUKA MIRAS

Kepada para aparat kemanan, PA, berharap, adanya patroli dimalam hari untuk mencegah para pemuda yang selalu menggunakan remaja bawah umur untuk mendapati uang dengan cara menipu para bapak hidung belang. Katanya, pemuda-pemuda itu selalu Miras dengan uang hasil tipu daya kami terhadap bapak – bapak hidung belang.

KAMI TAKUT TERKENA NARKOBA

Pengakuan IS, dirinya juga terperangkap dengan tipuan salah seorang pemuda. Modusnya berpacaran namun dia menyuruh IS mencari uang dengan cara haram itu. Menurut IS, dengan miras yang selalu dilakukan oleh para pemuda itu, bukan tidak mungkin pada suatu saat  mereka mengonsumsi Narkoba. Dirinya sangat takut dengan barang haram itu, sehingga, dia berharap, para aparat harus sigap melihat situasi pemuda miras di malam hari, sebab, jika sudah mabuk, tentu apa saja bias mereka lakukan semaunya.

TERTIBKAN KEGIATAN NEGATIF KAUM MUDA DAN PARTI MALAM HARI

Menurut pantauan Tim Ronda Malam Exodus Pos, memang terlihat banyak muda-muda dibawah umur yang berkeliaran ditengah malam. Mereka dijumpai diberbagai tempat hiburan dalam kota Kupang, bahkan ada yang dijumpai dipantai-pantai hiburan pinggiran kota. Oleh sebab itu, sangat diharapkan penertiban oleh aparat kita, sehingga anak-anak yang masih usia sekolah itu tidak terjerumus dan jatuh kejurang hidup yang sesat. Perbuatan yang dilakukan oleh para pemuda yang menyamar sebagai pacar dan teman menjadi hal penting untuk ditertibkan sehingga tidak membuat anak-anak remaja bawah umur kita terjerumus jauh. Peran orangtua juga sangat penting. Orangtua harus senantias memperhatian sikap dan tingkah laku anak-anak ini. Jika ada ancaman yang dilakukan oleh para pemuda itu, tentu segera lapor kepada aparat kemanan. Kegiatan pesta yang disebut PARTU, mesti ditertibkan, sebab pesta Parti di atas jam 12 malam, bias membuat anak-anak remaja dibawah umur terjebak oleh rayuan pemuda-pemuda nakal yang hanya cari keuntungan sendiri.  
 ( ExPos.Ronda Malam 02).

Selasa, 24 Februari 2015

KEPSEK SMA NEGERI 3 KUPANG, SELVIANA DETHAN, KALAU FILM DAERAH JADI MUATAN LOKAL, HARUS PUNYA STOK YANG BANYAK DAN BERKELANJUTAN


kepsek smantig kupang“ setia pertemuan dalam muatan lokal membutuhkan 2 jam, jika film daerah hanya 1 jam maka tidak bisa memenuhi waktu. Judul film juga harus berganti-ganti agar para murid tidak merasa jenuh menontonnya “. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kupang, ketika ditemui Wartawan Exodus Pos diruang kerjanya, beberapa saat lalu.

Katanya, dia sangat mengapresiasi rencana pemutaran film-film daerah sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah, sesuai pemberitaan terkait peluncuran film ceritera rakyat Ine pare atau Dewi Padi, yang di putar di Bioskop Sekolahnya pada sabtu 14/02/2015, yang lalu.

Menurutnya, memang film-film daerah NTT memiliki makna yang luas untuk membentuk karakter para remaja kita, namun apabila hanya satu dua film saja yang diproduksi, maka, tentu tidak bisa dijadikan pelajaran Muatan Lokal.

Katanya, setiap pertemuan dalam pelajaran muatan lokal membutuh 2 jam, sedangkan sesuai pengetahuannya, baru satu judul film ceritera rakyat yang ada, durasi tayangnya pun hanya 45 mrnit,  sehingga tentu belum bisa dijadikan muatan lokal.

“ Jika pemerintah NTT ingin agar film-film budaya daerah dijadikan muatan Lokal , tentunya harus di produksi beberapa judul lagi, sehingga pada setiap pertemuan dalam pelajaran muatan lokal, judul film dapat berganti-ganti, supaya tidak membuat para siswa merasa bosan atau jenuh “, tandasnya.

Kepada Exodus Pos, sosok pribadi yang religius dan murah senyum ini, mengatakan lagi, memang Pelajaran Muatan Lokal lewat penayangan Film Film Ceritera dan budaya daerah kita, sangat bagus dan tepat, tapi sayang, persediaan atau stok film-film daerah kita hanya sedikit sekali, oleh karena itu, dia mengaharapkan, adanya perhatian dan dukungan pemerintah kita kepada para seniman dan artis  daerah dalam rangka pembuatan produksi film-film ceritera rakyat dan budaya daerah yang ada di Nusa tenggara Timur.


“ Banyak ceritera rakyat dan budaya asli kita yang menarik dan bermakna membangun jiwa dan raga, namun kita belum bisa mengangkatnya dalam bentuk film-film pendek dan dokumenter. Jika ada perhatian serius dari para wakil rakyat dan pemerintah kita di berbagai tingkatan, maka saya yakin, ceritera-ceritera rakyat dan budaya-budaya pesona kita, bisa di produksi menjadi film-film yang dapat membentuk karakter generasi muda kita. Dan generasi muda kita bisa terhindar dari hal-hal negatif yang ada dalam film-film masa kini yang tidak jelas nilai-nilainya “, tandasnya mengakiri pembicaraan. ( ExPos.02).

Rabu, 18 Februari 2015

Wakil Ketua DPRD Kota Kupang KRISTIAN BAITANU, SH. PENGELOLAAN EKONOMI DAN HUKUM, HARUS BERPIHAK PADA ORANG KECIL




Exodus Pos Online. 18/02/2015
“ Faktor utama untuk mensejahterakan rakyat kita yaitu meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. Walaupun tidak semua  kemiskinan rakyat dapat teratasi, kita harus selalu dan selalu melakukannya agar pendapatan mereka menjadi layak. Penegakan Hukum pun  harus berimbang dan yang paling utama, Hukum harus bisa melindungi orang-orang kecil “. Hal ini di ungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Kristian Baitanu,SH, ketika ditemui Wartawan Exodus Pos, di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. Berikut petikan Wawancara dengannya :

Bagaimana Bapak mengamati tentang kondisi pendapatan ekonomi warga kota Kupang sekarang ini ?

Ada perkembangan baik dan lebih sedikit maju dari kondisi hidup yang lalu banyak program pemberdayaan yang digencarkan oleh Pemerintah kita Kota Kupang maupun dari Pemerintah Provinsi NTT. Bantuan-bantuan dana pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang, telah sampai pada kebutuhan usaha pengembangan ekonomi masyarakat kita. Memang, mungkin masih ada sebagian warga kota yang belum tersentuh bantuan- bantuan pemberdayaan ekonomi itu, namun secara global, saya melihat, banyak perobahan hidup yang telah dialami oleh masyarakat kita dewasa ini.

Saya melihat, pengangguran tampak berkurang, angka kemiskinan masyarakatpun kian waktu, kian menurun. Jadi menurut Saya, program-program pemberdayaan ekonomi rakyat yang sedang dilancarkan oleh pemerintah kota Kupang, direspon baik dan positip oleh warga masyarakat kita.

Saya juga ingin mengikatkan bahwa memacu pertumbuhan ekonomi rakyat tanpa pengelolaan yang memadai akan memunculkan ketimpangan. Tidak mendistribusi  pertumbuhan ekonomi secara merata , dapat mengakibatkan jurang pemisah antar masyarakat dalam kehidupannya. Terlebih akan dirasakan oleh masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan, akan sangat Nampak apabila kita tidak merata melayani kebutuhan pengembangan ekonomi mereka.

Menurut Bapak, kelompok masyarakat yang paling utama harus ditopang upaya pertumbuhan ekonominya ?

Menurut saya, adalah masyarakat yang hidup dipelosok-pelosok terpencil di kota ini, dan juga  masyarakat yang hidup di pesisir pantai. Yang saya lihat dengan jelas bahwa masyarakat pesisir pantai dan pelosok-pelosok kota ini, masih sangat membutuhkan perhatian pemerintah kita untuk perbaikan ekonomi hidupnya. Di pelosok desa masih ada tanah-tanah kosong untuk pertanian, sedangkan dipesisir pantai, masih kurang armada pencaharian ikan seperti sampan, perahu dan alat-alat penangkapan ikan lainnya. Faktor Infrastruktur di peolosk-pelosok wailayah kota Kupang, juga harus diperhatikan serius, sebab dengan infrastruktur yang baik akan memicu usaha – usaha pertumbuhan ekonomi masyarakat kita. Kelompok masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan juga harus diperhatian secara khusus dan serius. Data mengenai keadaan hidup mereka harus benar-benar valid sehingga dalam pelayanannya tidak hanya asal- asalan saja, alias data benar tapi penerimanya salah.

Okelah, sebagai seorang Sarjana Hukum, bagaimana Bapak melihat perlakuan hokum bagi masyarakat kita dewasa ini ?

Memang terlihat dari hari kehari perlakukan hukum mulai membaik. Rakyat kecil mulai mendapat perlindungan yang layak dari para penegak hukum. Harapan saya, semoga hal seperti ini terus dilakukan demi keadilan yang sesungguhnya.

Tapi masih ada masalah yang melibatkan orang besar tetapi yang menjadi korban adalah orang kecil alias orang yang tak berdaya, menurut Bapak ?

Kita mesti akui, sebagai manusia, tentu para penegak hukum kita juga punya kekurangan dan keterbatasan dalam mengeksekusi sebuah masalah yang melibatkan  orang besar yang mempunyai kuasa, tetapi terlihat sekarang ini, perlakukan hukum sudah semakin baik. Buktinya, seorang ketua KPK saja bisa menjadi tersangka. Ini hebat yang dilakukan oleh penegak hukum kita. Ini kemajuan dan keberanian dalam menegakkan hukum.

 Memang masih ada juga perlakuan oknum-oknum penegak hukum yang merugikan kepentingan orang kecil namun tidak seberapa yang terjadi. Saya sangat berharap, dari hari ke hari, penegakan hukum akan semakin baik, agar semua masyarakat dari berbagai lapisan dalam kota Kupang ini, merasa adanya keadilan yang sebenarnya.  
( EXpOS.02).




Senin, 16 Februari 2015

Raibnya uang Satu Juta Rupiah dalam Ruang Bersalin VIP RSU Kupang.
MAHASISWI STIKES NUSANTARA KEHILANGAN UANG REGIS

Kupang, Exodus Online.16/02/15.

" Saya curiga yang mengambil uang itu adalah salah satu Mahasiswa yang juga praktek dalam ruang itu. Saat semua diminta kepala ruangan untuk tetap menanti kedatangan aparat polisi, mahasiswa tersebut cepat-cepat pergi meninggalkan ruangan itu dengan alasan ada keperluan penting. Uang itu mau digunakan untuk Regis. Saya orang susah,kemana saya harus mencari uang untuk regis nanti ? ". Itulah  kata-kata penuh sesal yang diucapkan oleh ER kepada Wartawan Exodus Pos, saat ditemui di depan Kantor Polsek Oebobo, pada Senin 16 Februari 2015 sekitar pukul 18.00.Wit.

Kepada Exodus Pos, ER ,mengisahkan, dirinya bersama belasan teman kuliah yang lain, sedang melakukan praktek di ruang bersalin VIP RSU Kupang. Saat asik bekerja, uang sebesar 1 Juta rupiah tersebut disimpannya dalam Tas kuliahnya. Setelah hampir jam praktek berakhir, dia mengambil tasnya.Saat memeriksa uang dalam tas ternyata uang tersebut telah hilang. Ia langsung melaporkan pada kepala ruangan. Kepala ruangan pun mengambil tindang dengan cara meminta agar semua yang praktek dalam ruangan itu jangan pulang dulu sebelum aparat polisi datang utnuk memeriksa ruangan tersebut, namun, salah seorang mahasiswa langsung kabur pergi.

ER langsung melaporkan ke Polsek Oebobo. Aparat pun langsung turun lapangan. Setibanya di lapangan, ternyata semua rekan-rekan prakteknya sudah pulang ke kampus mereka. Aparat Polisi bersama dirinya kembali ke Polsek Oebobo. ER mengatakan dirinya amat kecewa dengan raibnya uang itu.

Kepada Exodus Pos, beberapa keluarga korban yang mendampingi ER, menyesalkan kejadian itu sebab sebagai orang susah, mereka tak mungkin cepat mencari u7ang untuk membayar registrasi kampus yang tinggal satu hari lagi.

Kepada Media ini, pihak keluarga berharap, orang yang mengambil uang itu segera mengembalikan pada ER, dan harapan keluarga, agar dalam Ruang bersalin itu diperketat pengawasannya oleh pihak Rumah Sakit, sebab menurut pengakuan beberapa mahasiswa praktek yang lain, mengatakan, dalam ruangan itu sering terjadi kehilangan uang milik para Mahasiswa Paraktek, tetapi tidak pernah dilaporkan pada aparat
Polisi. Seorang keluarga ER berharap, kiiranya dengan tindakan aparat Polisi saat ini, tidak terjadi lagi kehilangan uang dalam ruangan bersalin itu. ( ExPos.01).
Kasus Penganiayaan
" LAPOR SANG PACAR,SAAT DI SEL MENANGIS SEDIH "

Kupang.Exodus Online, 16 / 02 /2015

" Beta sonde mau dia dimasukan dalam Sel, beta sangat cinta dia, beta sonde mau pulang sama-sama dengan dia ". Itulah kata-kata dengan nada sedih yang diungkapkan oleh NN, seorang Mahasiswi, yang melaporkan sang pacarnya HK di Polsek Oebobo Kota Kupang, pada 16/02/15. Kepada aparat Polisi, NN, melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan sang pacar padanya di rumah kost mereka di kelurahan TDM Kupang.

Setelah pengambilan BAP, sang pacar HK langsung ditahan oleh aparat polisi karena terbukti bersalah melakukan tindakan penganiayaan terhadap NN. 

" Dunia memang aneh. Berani melaporkan perbuatan kesalahan orang tetapi tidak rela orang yang berasalah itu dihukum". 

Seperti yang disaksikan Wartawan Exodus Pos, di Polsek Oebobo, NN melaporkan tindakan penganiayaan pada aparat kepolisian lalu saat itu juga bersedia difisum oleh aparat. Masalah yang dilapoirkan NN adalah sang pacara menendang kakinya hingga nyaris tak bisa berjalan, oleh karena itu aparat pun menangkap sang pacarnya untuk diperiksa. Melihat sang pacar di periksa, NN mengubar senyum sinis pada Pacarnya NN, namun, ketika aparat mengantar HK ke dalam tahanan, NN pun langsung meneteskan air mata dan menggerak-gerakkan tubuhnya tanda tidak rela sang pacar masuk tahanan.

Yang lebih menarik lagi, saat aparat menyuruh NN pulang kembali ke rumahnya, NN tidak mau dan memeluk erat-erat kursi duduknya. Orangtua dan keluarganya memaksa tetapi NN tidak mau pulang kalau sang pacar masih dalam tahanan. Dan ketika Wartawan Exodus Pos menanyakan kenapa dia tidsak mau pulang, NN menjawab sambil menangis bahwa dia sangat mencintai HK dan tidak mau HK ditahan.

Melihat sikap NN, seorang aparat menghampirinya dan mengatakan, pulang dulu, nanti kalau mau cabut laporan, dilakukan pada besok saja. Begitu juga dengan orangtua NN, menjamin akan mencabut perkara pada besok hari kalau NN mau pulang bersama mereka. 

Dengan jaminan mencabut perkara tersebut, akirnya NN bersedia pulang bersama orangtuanya.(ExPos.02).




Sabtu, 14 Februari 2015

PELUNCURAN PERDANA FILM DAERAH NTT " INE PARE " DITONTON 250 ORANG



PELUNCURAN FILM INE PARE
DITONTON 250 ORANG

Kota Kupang. Exodus Pos Online. 14 / 02 /2015.
 
“Film ini dibuat agar menjadi contoh dan membangkitkan semangat bagi kaum muda, untuk lebih mengenal sejarah budaya nya, sehingga,  kaum muda termotivasi untuk melanjutkan dan melestarikan budaya peninggalan leluhur terdahulu kita. Dengan demikian, kaum muda akan turut ambil bagian dalam pembangunan Nasional di bidang Kesenian dan Budaya “. Hal ini diungkapkan oleh Asisten 1 Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur, Ny. Yohanna  Lisapali, yang membacakan sambutan Gubernur pada acara Peluncuran Film Ceritera Rakyat NTT, berjudul : Ine Pare, pada Sabtu 14/2/2015, di Bioskop Film SMA Negeri 3 Kota Kupang.

Katanya, Pemerintah Nusa Tenggara Timur akan selalu mendukung segala kegiatan yang bertujuan melestarikan kesenian dan budaya Nusa Tenggara Timur.

Pemeran Utama Ine Pare"IMELDA METTI"
Menurut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bahwa film sebagai media komunikasi massa pandang dengar, mempunyai peranan penting bagi pengembangan budaya bangsa dan juga sebagai salah satu aspek peningkatan ketahanan Nasional dalam pembangunan Nasional. Film juga sebagai media tempat insan seni yang berbakat akting, teater dan drama dapat: menyalurkan bakatnya secara proporsional menuju profesional dan berguna bagi pengembangan diri dan peningkatan taraf hidup.

NERIL
NERIL Sebagai Ndale
Dia melanjutkan, Pemerintah Nusa Tenggara Timur patut mendukung Film Ceritera Rakyat yang berjudul “ INE PARE” karena  berlatar belakang Upacara dan ritual adat menghormati pemberian Sang Maha Kuasa, tarian adat sebagai ungkapan kegembiraan dalam keberhasilan hidup,  Musik Tradisional dan sayair serta pantun adat, yang didalamnya  terkandung nilai-nilai luhur, yaitu, Nilai Cinta Budaya, Menghormati pemberian Yang Maha Kuasa, rela berkorban demi kehidupan banyak orang, setia, semangat dan ulet dalam mempertahankan kehidupan.

Peran Pembantu Utama "ANDRE"
Pemerintah menilai kegiatan produksi serta Penayangan dalam bentuk Film adalah upaya pelestarian dan pengembangan nilai budaya bangsa, pembangunan watak dan kepribadian serta peningkatan harkat dan martabat manusia. Karena itu, Ceritera Ine Pare, patutlah di promosikan lewat berbagai media, dan lebih khususnya lewat Media Sinematografi.
WAWAN Sebagai Sipi
Katanya lagi , Pemerintah Nusa Tenggara Timur  berharap, agar lewat film ini, dapat
memberikan motivasi bagi masyarakat luas, untuk mengetahui dengan jelas makna dari upacara dan ritual adat, Tarian adat, ceritera rakyat maupun musik tradisional yang dikenal secara turun temurun oleh rakyat kita.

DESY & MADELIN Sebagai Antagonis
Sebelumnya, dalam laporan Produksi, pimpinan Teater Pluss Kupang, Piter Kembo, mengatakan, sangat berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Seluruh Anggota DPR Provinsi, yang telah mempercayai Teater Pluss, untuk memproduksi Film Ceritera Rakyat Ine Pare. Bantuan Dana Hibah yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTT, telah membantu Teater Pluss Kupang berhasil menyelesaikan produksi film tersebut.

YAPY & RIKUS Sebagai Antagonis
Kata Pieter, cita-cita Teater Pluss untuk berbakhti pada daerah tercinta NTT, telah tersampaikan. Dia melanjutkan, kegistsn produksi dilakukan selama satu bulan lebih, lokasi soting dilakukan sebanyak 27 titik. 20 lokasi soting dilakukan di Wilayah Ende Lio, sedangkan 7 soting dilakukan dalam Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Para artis yang terlibat sebanyak seratus orang lebih. Sebagian artis dari Kabupaten Ende Lio, dan separuhnya dari Kota Kupang.

BERNAD Sebagai Antagonis
Tentang, Artis yang berperan sebagai Ine Pare, berasal dari SMA Negeri 3 Kota Kupang, bernama Imelda Metti. Pieter melanjutkan, artis-srtis Kota kupang, banyak yang berasal dari SMA Negeri 3 Kupang, dan oleh Karena itu, dia dan Teater Pluss sangat berterimakasih pada Kepala Sekolah dan seluruh staf Guru dan semua Karyawan SMA Negeri 3 Kota Kupang.

Pieter berharap, kiranya diwaktu mendatang, Pemerintah Pronvinsi NTT, masih memberikan kesempatan kepada Teater Pluss untuk Produksi Film-Film Budaya NTT.

NONI & SINTA PERAN SKEPTIS
VALEN,ASTER,EMPOS, ANTAGONIS
Dikatakan lagi, Teater Pluss telah banyak mendapat penghargaan dari pihak Pemerintah Nasional, dalam bidang Pembuatan Skenario Film yang berstandar Nasional maupun dalam pembuatan fil-film dokumenter. Dan pada November tahun 2014, Teater Pluss menduduki peringkat kedua Nasional, dalam Produksi Film Dokumenter berjudul Kosu Wena Ale One Keri dari Ngada, yang diselenggarakan Oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dirinya juga pada bulan yang sama, menduduki peringkat kedua setelah Arswendo Atmowiloto, dalam Lomba Penulisan Skenario Ceritera Film Layar Lebar , tingkat Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

GURU ITA MULI PERAN SKEPTIS

Hadir pula dalam acara peluncuran ini adalah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, yang diwakili  oleh Kabid Kebudayaan, Valenthinus Balu, utusan Perpustakaan Negara Provinsi NTT, utusan UPTD Pengkajian Sejarah Provinsi NTT, para Guru dari SMA Neger 1 Kota Kupang, para Guru dari SMP Negeri 2 Kupang, para guru dan Siswa dari SMA Negeri Kupang, para Tokoh Masyarakat Ende Lio yang ada di Kota Kupang, Para Artis Kota Kupang.

PARA SISWA Sebagai Antagonis
NIKO SAY sebagai Opa
Atas Nama Gubernur NTT, Asisten 1, Ny. Yohanna Lisapali, didamping Kabid Kebudayaan NTT dan Pengurus Teater Pluss, meluncurkan Film Layar Lebar Ine Pare  yang  berdurasi tayang 43 Menit tersebut, dengan menekan tombol star penayangan perdana. Selama peyangan berjalan semua hadirin yang berjumlah 250 orang, bersa,a Asisten 1 dan semua yang hadir, menyaksikan dengan serius dari menit awal hingga tamat. ( ExPos.01).