Mulanya biasa saja, lama-lama luar
biasa dan akhir semakin berani memadu asmara di pinggiran jalan umum. Ramai
orang lalu lalang tak dipeduli asalkan dapat memuaskan keinginan remajanya. Inilah
kata-kata manis yang sering dibicarakan orang yang melewati jalan raya Frans
Seda depan kantor keuangan negara yang sering melihat adegan mesra-mesraan yang
dilakukan oleh beberapa pasangan remaja disudut timur taman nostalgia kupang.
Hampir setiap malam, bung patroli Exodus Pos ( Bupaes) selalu melihat pasangan-pasangan
remaja asik berpacaran di sudut bagian timur jalan setapak Taman Nostalgia. Di
setiap tempat – tempat duduk yang dibuat dari semen, terlihat jelas remaja berpasang-pasangan
asik duduk sambil berpelukan dan berciuman dengan mesranya tanpa peduli siapa
yang lewat disamping mereka.
Kendaraan
dan pejalan kaki yang lewat tak mampu membuat mereka merasa malu. “ Hampir setiap malam berbagai pasangan
berkeliling dijalan-jalan setapak ini sambil bermesraan, kegelapan taman ini
menambah mesranya mereka memadu kasih, bapak-bapak pol PP jarang patroli
mengontrol lokasi yang gelap sehingga para remaja beraksi amat bebas karena tak
pernah diberikan teguran,” ucap Stanis ( 45 Tahun), salah satu pengunjung
yang dijumpai bupaes di tangga tugu gong perdamaian taman nostalgia itu.
Sebelumnya, pada malam-malam minggu yang lalu, bupaes juga sempat
bertemu seorang ibu bernama Ana ( 40
Tahun) bersama dua orang anak kecilnya bernama Yani (12 tahun) dan Leksi 10
tahun), datang ingin mengunjungi Taman Nostalgia itu, tetapi karena melihat
adegan-adegan mesra yang dilakukan beberapa pasangan remaja di lorong gelap
setapak bagian timur tersebut, membuat hati Ibu Ana merasa tidak enak dan
cepat-cepat menarik kedua anaknya pergi meninggalkan taman tersebut. “ Saya tidak mau anak-anak saya menonton
adegan-adegan itu, nanti pikiran mereka terganggu. Harusnya ditempat umum
seperti ini para remaja itu merasa malu karena dilihat orang, tapi mau bilang
apa, barangkali nilai etika sudah ambruk dihati para remaja kita,” tandas
Ibu Ana sambil berjalan meninggalkan lokasi taman nostalgia tersebut.
Sesuai pantauan bung patrol Exodus Pos, hampir pada setiap malam, pasangan
– pasangan remaja asik mesra-mesraan di
tempat – tempat duduk yang terbuat dari semen , terletak di bagian timur taman
tersebut. Suasana lorong – lorong setapak dan tempat duduk tersebut tampak
gelap karena tidak ada lampu penerangan. Hampir setiap malam bupaes berpatroli di
lokasi itu tapi tak pernah melihat adanya petugas POL PP yang melakukan patroli
lewat lorong-lorong gelap setapak bagian timur, sehingga para remaja dengan bebas
melakukan aksi bermesraan.
Taman Kota yang menjadi satu-satunya tempat wisata warga kota Kupang
tersebut harusnya memiliki penerangan yang cukup sehingga bisa menghindari
hal-hal yang tidak di inginkan bersama.
Perlu
ada petugas yang mengontrol seluruh lokasi
di area taman taman itu, terlebih
di tempat-tempat yang gelap sehingga
para pengunjung yang berasal dari kaum remaja tidak berani melakukan aksi
mesra-mesraan berlebihan yang tentunya akan membawa dampak negatif bagi
anak-anak kecil yang sedang berkunjung ke taman itu.“ Pemerintah Kota harus membuat aturan yang keras bagi kaum remaja
yang kedapatan melakukan hal mesra-mesraan tersebut sehingga mereka tidak
berani melakukan hal yang menjadi contoh buruk bagi orang lain ,” Ujar Mat ( 52 Tahun), yang adalah salah satu
pengunjung yang dijumpai bupaes di taman nostalgia pada malam minggu 05/10/13.
Menurut Samuel ( 48 Tahun),
salah satu pengunjung, mengatakan, apabila tidak di awasi secara rutin, dalam
lokasi yang gelap itu, yang amat dikuatirkan adalah , para remaja mengambil
kesempatan untuk bermain-main dan mengkonsumsi barang haram Narkoba “ Jangan sampai mereka konsumsi narkoba jadi sudah tidak ada rasa malu lagi
untuk bermesraan ditempat umum,”
ujar Samuel dengan sikap penuh tanya. (Bupaes Expos).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar