Selasa, 08 Oktober 2013

DI TEMPAT GELAP TAMAN NOSTALGIA, " PASANGAN REMAJA ASIK BERMESRAAN "



lorong gelap taman nostalgia    Mulanya biasa saja, lama-lama luar biasa dan akhir semakin berani memadu asmara di pinggiran jalan umum. Ramai orang lalu lalang tak dipeduli asalkan dapat memuaskan keinginan remajanya. Inilah kata-kata manis yang sering dibicarakan orang yang melewati jalan raya Frans Seda depan kantor keuangan negara yang sering melihat adegan mesra-mesraan yang dilakukan oleh beberapa pasangan remaja disudut timur taman nostalgia kupang.

    Hampir setiap malam, bung patroli Exodus Pos ( Bupaes) selalu melihat pasangan-pasangan remaja asik berpacaran di sudut bagian timur jalan setapak Taman Nostalgia. Di setiap tempat – tempat duduk yang dibuat dari semen, terlihat jelas remaja berpasang-pasangan asik duduk sambil berpelukan dan berciuman dengan mesranya tanpa peduli siapa yang lewat disamping mereka.

    Kendaraan dan pejalan kaki yang lewat tak mampu membuat mereka merasa malu. “ Hampir setiap malam berbagai pasangan berkeliling dijalan-jalan setapak ini sambil bermesraan, kegelapan taman ini menambah mesranya mereka memadu kasih, bapak-bapak pol PP jarang patroli mengontrol lokasi yang gelap sehingga para remaja beraksi amat bebas karena tak pernah diberikan teguran,” ucap Stanis ( 45 Tahun), salah satu pengunjung yang dijumpai bupaes di tangga tugu gong perdamaian taman nostalgia itu.

    Sebelumnya, pada malam-malam minggu yang lalu, bupaes juga sempat bertemu seorang ibu bernama Ana ( 40 Tahun) bersama dua orang anak kecilnya bernama Yani (12 tahun) dan Leksi 10 tahun), datang ingin mengunjungi Taman Nostalgia itu, tetapi karena melihat adegan-adegan mesra yang dilakukan beberapa pasangan remaja di lorong gelap setapak bagian timur tersebut, membuat hati Ibu Ana merasa tidak enak dan cepat-cepat menarik kedua anaknya pergi meninggalkan taman tersebut. “ Saya tidak mau anak-anak saya menonton adegan-adegan itu, nanti pikiran mereka terganggu. Harusnya ditempat umum seperti ini para remaja itu merasa malu karena dilihat orang, tapi mau bilang apa, barangkali nilai etika sudah ambruk dihati para remaja kita,” tandas Ibu Ana sambil berjalan meninggalkan lokasi taman nostalgia tersebut.

    Sesuai pantauan bung patrol Exodus Pos, hampir pada setiap malam, pasangan – pasangan  remaja asik mesra-mesraan di tempat – tempat duduk yang terbuat dari semen , terletak di bagian timur taman tersebut. Suasana lorong – lorong setapak dan tempat duduk tersebut tampak gelap karena tidak ada lampu penerangan. Hampir setiap malam bupaes berpatroli di lokasi itu tapi tak pernah melihat adanya petugas POL PP yang melakukan patroli lewat lorong-lorong gelap setapak bagian timur, sehingga para remaja dengan bebas melakukan aksi bermesraan.

    Taman Kota yang menjadi satu-satunya tempat wisata warga kota Kupang tersebut harusnya memiliki penerangan yang cukup sehingga bisa menghindari hal-hal yang tidak di inginkan bersama.

    Perlu ada petugas yang mengontrol seluruh lokasi  di area taman taman itu,  terlebih di tempat-tempat yang gelap  sehingga para pengunjung yang berasal dari kaum remaja tidak berani melakukan aksi mesra-mesraan berlebihan yang tentunya akan membawa dampak negatif bagi anak-anak kecil yang sedang berkunjung ke taman itu.“ Pemerintah Kota harus membuat aturan yang keras bagi kaum remaja yang kedapatan melakukan hal mesra-mesraan tersebut sehingga mereka tidak berani melakukan hal yang menjadi contoh buruk bagi orang lain ,” Ujar Mat ( 52 Tahun), yang adalah salah satu pengunjung yang dijumpai bupaes di taman nostalgia pada malam minggu 05/10/13.

    Menurut Samuel ( 48 Tahun), salah satu pengunjung, mengatakan, apabila tidak di awasi secara rutin, dalam lokasi yang gelap itu, yang amat dikuatirkan adalah , para remaja mengambil kesempatan untuk bermain-main dan mengkonsumsi  barang haram Narkoba “ Jangan sampai mereka konsumsi narkoba jadi sudah tidak ada rasa malu lagi untuk  bermesraan ditempat umum,” ujar Samuel dengan sikap penuh tanya. (Bupaes Expos).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar